Selasa, 31 Januari 2023
Selasa, 31 Januari 2023

Abrasi Pantai Endok Semakin Besar, Jarak Bibir Pantai Tak Sampai 25 Meter

GIRI MENANG-Pengikisan akibat abrasi di Pantai Endok, Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung membuat daratan dari bibir pantai tersebut terus berkurang. Sebelumnya luasnya mencapai110 meter persegi, kini sudah kurang dari 25 meter persegi.

“Karena itu, kami berharap ada penanganan yang lebih serius. Jangan bersifat sementara, seperti yang sudah dilakukan sebelumnya yang justru menambah abrasi kian parah,” kata Kepala Desa Taman Ayu M. Tajudin.

Tajudin mencontoh dengan pemasangan groin. Material beton yang dibangun tegak lurus dengan garis pantai itu bertujuan untuk mengganggu aliran air dan membatasi pergerakan sedimen. Namun demikian, pekerjaan yang menelan anggaran miliaran rupiah tersebut dianggap belum mampu mengurangi dampak abrasi.

Baca Juga :  Banjir di Kediri, Pemkab Lobar Diminta Jangan Asal Bangun

Tajudin mengaku, saat ini kembali ada rencana dari pihak PLN membuat tetrapod atau pemecah gelombang. Dia mengatakan, warga sangat setuju asalkan berdampak jangka panjang, serta mampu mencegah abrasi. “Kalau dicoba-coba nanti bahaya, dan kami pasti menolak,” tegasnya.

Tajudin menerangkan, dari informasi yang diperolehnya, pihak PLN akan membuat 100 tetrapod. Tetapi sampai saat ini, belum ada dasar perencanaan yang jelas. Sehingga ini membuat warga khawatir, jangan-jangan akan menambah abrasi.

“Sementara warga kami ingin tetap meminta dibangun pemecah gelombang bersifat permanen untuk menangani abrasi pantai. Alasannya, karena mereka trauma dengan penanganan yang bersifat sementara seperti halnya pemasangan groin,” jelas Tajudin.

Tajudin berharap, kondisi pantai dikembalikan seperti semula. Menurutnya, dengan seringnya terjadi abrasi, sangat merugikan pemerintah desa. “Karena kami tidak bisa mengembangkan dan membangun potensi yang ada di desa,” katanya.

Baca Juga :  Balap Liar Boleh Ditilang Offline

Dampak dari abrasi tersebut, bibir pantai tidak hanya semakin dekat dengan pemukiman warga. Tetapi juga berdekatan dengan lokasi bangunan PLTU Jeranjang. Manajer PLN UPK Lombok Nyoman Satriyadi Rai membenarkan tentang adanya rencana PLN memasang tetrapod.

Dia mengaku, pihaknya sudah memiliki stok sebanyak 100 unit tetrapod. Sebelum dipasang, akan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat. “Tentu akan sangat bermanfaat dalam mencegah abrasi karen memiliki fungsi sebagai pemecah ombak,” katanya. (bib/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks