alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

BPJN : Proyek Penataan Kawasan Senggigi Jangan Membebani Badan Jalan

GIRI MENANG-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) NTB akan mengevaluasi seluruh tebing yang ada di kawasan Senggigi. Ini untuk mengantisipasi ambruknya longsor seperti yang terjadi di tiga titik proyek penataan kawasan wisata Senggigi, Lombok Barat (Lobar).

“Jadi mungkin ke depan, dengan adanya kejadian ini, kita akan evaluasi semuanya,” kata Kepala BPJN NTB Reiza Setiawan di lokasi longsor Dream Point Senggigi, Selasa (23/2/2021).

Titik-titik yang berpotensi longsor, akan diusulkan penanganannya pada tahun 2022. “Kami akan pikirkan penanganan permanen seperti apa,” tuturnya.

BPJN NTB sudah mengecek kondisi di sekitar lokasi longsor. Mereka juga sudah berkoordinasi dengan Ditlantas Polda NTB. “Memang terjadi longsoran, tapi bukan badan jalan kita,” imbuhnya.

Longsor ini hanya sampai trotoar railing  yang dikerjakan Dinas Pariwisata (Dispar) dan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUTR) Lobar. Ia memastikan masalah trotoar kewenangan dari Dinas Pariwisata Lobar.

BPJN sudah berkoordinasi dengan Dispar dan Dinas PU Lobar terkait penanganan di lokasi longsor. Karena ini pekerjaan kedua instansi tersebut. “Kami sudah koordinasi dengan keduanya, seperti sebelumnya. Sehingga tidak lagi membebani jalan kita,” tambahnya.

Yang pasti, kata Reiza, trotoar itu harus segera diperbaiki. Jadi masyarakat bisa menikmati lagi jalan wisata di Senggigi. Agar bisa dikerjakan dengan cepat. “Kalau kondisi jalannya masih aman. Belum ada retakan. Tetapi ini harus segera ditutup terpal dan lainnya agar aliran air tidak masuk ke bagian bawah kontruksi tanah,” jelasnya.

Baca Juga :  Tingkat Hunian Hotel di Senggigi Meningkat Selama Nataru

Untuk menghindari longsor susulan, sisa trotoar yang menggantung harus dipotong. Kemudian diberikan terpal dan karung pasir. “Tapi, kami tidak bisa mengatakan risiko (potensi longsor susulan) hilang,” tambahnya.

Ia menjelaskan, ruas jalan Senggigi merupakan jalan provinsi dan jalan lama. Tetapi selama ini tidak pernah terjadi longsor. “Karena itu, kita mengimbau dinas terkait di Lobar untuk melihat kembali bangunan yang masih berdiri. Kita minta diperkuat secara konstruksi. Termasuk gardu pandang yang ada di Makam Batulayar dan Pura Batu Bolong,” ungkapnya.

Terpisah, Wakil Bupati Lobar Hj Sumiatun yang turun langsung ke lokasi memastikan akan kembali memanggil Dispar Lobar dan Dinas PUTR Lobar. Sejauh ini Pemkab akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait. “Karena hujan ini, tebing ambruk ada tiga titik,” katanya.

Semua penanganannya masih akan melakukan koordinasi. Dikarenakan masing-masing mempunyai wewenangnya. Ada Balai Jalan, Pemprov NTB, Pemkab Lobar yang akan ditangani Dispar Lobar bersama Dinas PUTR Lobar.

“Kita tidak bisa langsung-langsung, perlu ada ada koordinasi. Nanti teknisnya ada pihak terkait,” tambahnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata  Lobar H Saeful Ahkam saat diikonfirmasi mengatakan pihaknya akan melakukan penanganan sementara. Khususnya di titik longsor yang ada di landmark Dream Point Senggigi, bukan di Kantilever. “Kita lagi koordinasi marathon dengan multipihak untuk tindak cepat penanganan,” terangnya.

Baca Juga :  Pandemi Korona, Pengungkapan Kasus Narkoba di Lombok Barat Meningkat

Satu hari paska ambruknya tebing Dream Point Senggigi, Direktur Lalu Lintas Polda NTB Kombes Pol Noviar bersama Kasat PJR Ditlantas Polda NTB AKBP Henry Novika Chandra melanjutkan pengamanan yang telah dilakukan Polsek Senggigi bersama Satlantas Polres Lobar. Keduanya kembali memantau kondisi Jalan Senggigi. Utamanya di titik tanjakan Alberto, Senggigi View, dan tebing Pasific.

“Senin (22/2) Pukul 16.30 WITA, akibat hujan terjadi longsor susulan dari titik sebelumnya,” kata Direktur Lalu Lintas Polda NTB Kombes Pol Noviar di lokasi.

Pihaknya mengimbau pengguna jalan dan pengangkut barang alat berat untuk mengambil jalur alternatif, jalan Pusuk. Sehingga tidak membebani jalur Senggigi yang rawan longsor.

“Dari mulai Mataram ke Lombok Utara via Senggigi, kalau mengangkut barang dan alat berat silakan melalui jalur Pusuk. Begitu pula sebaliknya,” tambahnya.

Ini dilakukan demi keselamatan pengguna jalan dan keselamatan masyarakat. Sehingga selama perbaikan tidak sampai akses terputus. “Akses buka tutup jalan kemungkinan kita terapkan. Kita sudah komunikasi dengan Kadishub, Balai Jalan, dan Kapolres Lobar. Secara insidentil sudah dilakukan buka tutup,” jelasnya.

Untuk antisipasi jatuhnya korban ketika jalur ramai dan hujan, pengawasan akan diperketat. Petugas akan diterjunkan. Mereka akan dibantu petugas Dishub NTB untuk traffic light darurat, sistem merah dan hijau. Sehingga mendukung sistem traffic light darurat untuk mengatur lalu lintas bergantian dengan petugas di lapangan. “Anggota kami akan mengamankan jalur-jalur ini,” jelasnya. (nur/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/