Senin, 5 Juni 2023
Senin, 5 Juni 2023

Aturan Pemkab Lobar di Awal Ramadan, Tempat Hiburan Tutup Dua Hari

GIRI MENANG-Pemkab Lombok Barat (Lobar) melarang tempat hiburan di kawasan wisata Senggigi beroperasi di awal Ramadan ini. Pelarangan itu hanya berlaku pada hari pertama dan hari kedua saja. Untuk kepentingan itu, pemerintah telah mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada para pengusaha hiburan malam di kawasan Senggigi.

Kasatpol PP Lobar Baiq Yeni S Ekawati mengatakan, dalam edaran itu, tidak hanya melarang tempat hiburan buka dua hari di awal Ramadan. Tetapi juga dilarang buka dua hari menjelang hari raya Idul Fitri nanti.

“Kami berharap para pelaku usaha tempat hiburan, terutama yang ada di kawasan wisata Senggigi agar mengikuti aturan yang telah ditetapkan pemerintah daerah,” kata Yeni.

Di luar pelarangan operasional itu, Pemkab Lobar juga mengatur jam operasional diskotik, kafe, karaoke dan live musik. Yaitu hanya boleh buka dari pukul 22.00 sampai pukul 24.00 wita. “Begitu juga dengan tempat bermain biliard, kita batasi jam bukanya,” tambahnya.

Baca Juga :  Nyaris Setahun, Pengungkapan Kasus Longsor Senggigi Dinilai Melempem

Pengaturan jam operasional itu juga berlaku untuk SPA atau layanan pijat di kawasan wisata Senggigi. Berdasarkan edaran yang dikeluarkan, jam bukanya hanya boleh dari pukul 21.00 hingga pukul 23.00. “Dan kembali saya tegaskan, semuanya agar tutup dua hari pada awal puasa, dan dua hari sebelum lebaran Idul Fitri,” kata Yeni.

Surat edaran itu juga memberi atensi khusus terkait dengan batas kebisingan suara tempat hiburan yang menyediakan live musik. Yeni mengatakan, kekerasan suara itu agar disesuaikan dengan keputusan Menteri Lingkungan Hidup nomor 48 tahun 1996 tentang baku tingkat kebisingan.

“Intinya, suara musiknya jangan terlalu kencang agar tidak menggangu warga yang sedang menjalankan ibadah puasa. Ini semata-mata agar terwujud keamanan dan kenyamanan selama Bulan Ramadan,” ujar Yeni.

Baca Juga :  Angin Kencang, Pelayaran Senggigi -Bali Masih Aman

Sementara itu, bagi restoran atau tempat makan yang beroperasi di siang hari, agar tidak buka seperti di luar bulan puasa. Misalnya pintu keluar dan pintu masuk pengunjung dijadikan satu. “Dengan kondisi tertutup,” tegasnya.

Terkait pelaksanaan surat edaran tersebut, Satpol PP akan melaksanakan patroli secara rutin. Yeni mengatakan, pihaknya akan tetap memastikan, bahwa pihak-pihak terkait tidak melanggar aturan sesuai dengan yang tertuang dalam surat edaran.(bib/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Subscribe for notification