alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

Bantuan Uang Untuk Warga Lobar Diganti Kupon Sembako

GIRI MENANG-Pemda Lombok Barat (Lobar) berubah pikiran. Rencana penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) berupa uang Rp 250 ribu tak jadi dilaksanakan. Pemda Lobar memilih membagikan masyarakat yang terdampak Korona bantuan voucher paket sembako.

“BLT kami berikan dalam bentuk kupon sembako tidak dalam uang tunai agar tepat sasaran. Kalau kami kasih uang nanti dipakai beli rokok atau pulsa,” jelas Sekretaris Daerah (Sekda) Lobar H Baehaqi kepada Lombok Post, Kamis (23/4).

Saat ini, persoalan yang dihadapi masyarakat menurut Sekda Baehaqi adalah kebutuhan bahan pangan. Lantaran, banyak masyarakat yang sudah kehilangan pekerjaan atau berkurang pendapatannya di tengah pandemi Korona. Dampaknya, mereka kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti beras dan bahan pangan lainnya.

“Sehingga kami berikan voucher sembako senilai Rp 250 ribu. Dengan voucher itu mereka harus membeli beras, gula, minyak, telur, sabun, dan kebutuhan lainnya. Mereka belanjanya ke BUMDes,” jelas Sekda.

BUMDes dipilih sebagai pihak penyalur sembako agar menghidupkan ekonomi di desa. Agar produk lokal masyarakat di masing-masing desa tersebut bisa terserap. “Selain memberikan bantuan, kami ingin masyarakat padat karya. Ada yang nanti membungkus, ada masyarakat jual beras, telur, dan gula merah produk lokal. Jadi hidup ekonominya, sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui,” jelas Sekda.

Sementara itu, Ketua DPRD Lobar Hj Nurhidayah juga mengaku dewan setuju dengan perubahan rencana Pemda Lobar. Ada berbagai pertimbangan yang membuat dewan sepakat bantuan uang tunai diganti dengan voucher paket sembako.

“Dari Pemda tetap memberikan BLT, tetapi karena kita ingin menghidupkan ekonomi, maka sembakonya nanti disiapkan BUMDes. Jadi pencairannya nanti bentuknya ke masyarakat berupa sembako,” jelas dia dietmui saat pelantikan Ketua PAC DPC Gerindra Lobar, kemarin (23/4).

Pertimbangan lainnya, dikhawatirkan masyarakat menumpuk di bank di tengah pandemi korona sat pencairan bantuan. Sehingga menimbulkan risiko penularan. Apalagi memasuki bulan puasa, dewan tak ingin masyarakat mengantre yang memunculkan keramaian.

“Dengan sistem sembako dari BUMDes, kami harapkan nanti masyarakat diantarkan bantuannya ke rumahnya masing-masing,” jelasnya.

Hj Nurhidayah juga membatah jika bantuan berupa sembako mengikuti pemerintah provinsi. Tapi murni untuk menghidupkan ekonomi masyarakat desa melalui BUMDes. “Kalau ada produk masyarakat seperti minyak jelengan (kelapa), kami harapkan sekali, meskipun nanti bisa lebih mahal,” ungkapnya.

Saat ini sedang proses pendataan di Dinas Sosial. Agar tidak tumpang tindih penerimanya antara bantuan JPS Gemilang, BPNT dan PKH. “Ketika ada tumpang tindih nanti kita akan evaluasi. Awal puasa sudah mulai disalurkan,” jelasnya.

Dari hasil rapat pemerintah desa dengan kecamatan dan kabupaten, masing-masing desa sudah menyanggupi rencana penyaluran bantuan paket sembako ini.

Sementara itu, penyaluran bantuan Sembako JPS Gemilang dari Pemerintah Provinsi ke desa yang ada di Lombok Barat kemarin sudah komplet. Item yang semula tidak lengkap telah dilengkapi. “Sekarang semua sudah lengkap, jadi kami tinggal salurkan ke masyarakat,” jelas Sekretaris Desa Kuripan Utara Ahmad Mas’ud.

Total ada 214 paket sembako yang diterima Desa Kuripan Utara dari pemerintah provinsi. Bantuan ini disalurkan kepada masyarakat yang terdampak wabah korona. “Apakah nanti diantarkan ke rumah warga atau mereka ambil sendiri, kami menunggu arahan kades,” tandasnya. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Novi dan Dinasti Politik Zulkieflimansyah di Sumbawa

Dewi Noviany membantah keluarganya tengah membangun dinasti politik di NTB. Adik kandung  Gubernur NTB H Zulkieflimansyah itu mengklaim proses pencalonannya telah melalui mekanisme penjaringan parpol yang adil.

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks