alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

Delapan Kecamatan di Lobar Terpapar Korona, Gerung dan Lembar Masih Aman

GIRI MENANG-Kasus positif Korona Lombok Barat terus mengalami peningkatan. Berdasarkan rilis pemerintah Provinsi NTB, penyebaran Covid-19 semakin melebar ke delapan kecamatan.

“Hanya Gerung dan Lembar yang masih zona hijau atau belum ada kasus Korona,” jelas Sekda Lobar H Baehaqi, Kamis (23/4).

Delapan kecamatan lainnya yang ada di Lobar sudah terpapar. Mulai dari Kecamatan Narmada, Lingsar, Gunungsari, Batulayar, Kediri, Labuapi. Ditambah dengan Kuripan hingga Sekotong menyusul adanya pasien positif di Desa Giri Sasak  dan Desa Buwun Mas.

Diketahui, tim Gugus Covid-19 Pemprov NTB merilis data terbaru lima warga Lobar yang positif Korona berdasarkan hasil Swab. Mereka adalah SH, 28 tahun warga Desa Buwun Mas Sekotong, R, pria 30 tahun asal Desa Sigerongan Lingsar, RPL, perempuan 54 tahun warga Desa Sandik Batulayar, MS, 36 tahun warga Desa Giri Sasak Kuripan serta AA, 57 tahun warga Desa Lebah Sempage Narmada.

Kondisi ini membuat di delapan kecamatan tersebut kasus positif Korona sudah ditemukan. Mulai dari kasus klaster Gowa, Bogor, hingga non kluster seperti di Desa Jeringo, Gunungsari dan Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi.

Pemda Lobar pun sudah menyiapkan tim reaksi cepat penanganan Covid-19. Tim ini bergerak untuk melakukan penanganan. Sekda selaku sekretaris menegaskan tim ini sudah melakukan screening. Ada 193 warga yang dirapid tes kemarin. Mereka disinyalir telah kontak dengan sejumlah pasien positif Korona baru di Lobar. Setelah rapid test, mereka akan mengikuti tes Swab.

Kepala Dinas Kesehatan Lobar drg. Hj Ni Made Ambaryati juga membenarkan ada tambahan baru kasus Covid-19. “Ada 16 kasus positif di Lobar,” jelas Ambar, sapaannya. Saat ini, sejumlah pasien positif ini dirawat di RSUD Tripat Gerung dan RSUD Awet Muda Narmada. Jika pasien positif Covid-19 terus bertambah, rencananya Pemkab Lobar akan memusatkan penanagan pasien korona di RSUD Awet Muda Narmada. Rumah sakit tersebut tidak akan menangani pasien umum lagi.

“Kalau pasien umum kita arahkan ke Puskesmas dan RSUD Tripat Gerung. Itu jika kondisinya tidak memungkinkan lagi. Tapi ini hanya sebagai langkah antisipasi,” jelas Sekda Lobar.

Pemkab Lobar pun sudah mulai merekrut tambahan tenaga medis untuk penanganan kasus Korona. Tiga dokter dan 13 perawat telah mendaftarkan diri untuk bertugas menangani wabah Korona ini.

Terpisah, Kepala Dusun Bengkel Selatan Mekar Ahmadi mengungkapkan 17 warganya kemarin sudah mengikuti rapid tes. Lantaran mereka disinyalir telah kontak dengan N, pasien positif Korona yang diketahui positif tanpa klaster. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Novi dan Dinasti Politik Zulkieflimansyah di Sumbawa

Dewi Noviany membantah keluarganya tengah membangun dinasti politik di NTB. Adik kandung  Gubernur NTB H Zulkieflimansyah itu mengklaim proses pencalonannya telah melalui mekanisme penjaringan parpol yang adil.

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks