alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

BMPD Kerohanian Hindu Gelar Persembahyangan Bersama

GIRI MENANG-Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Bidang Kerohanian Hindu menggelar persembahyangan bersama. Kegiatan itu digelar di Pura Lingsar, Lombok Barat, kemarin (24/2). ”Ini merupakan salah satu program kerja kami,” kata Ketua Kerohanian Hindu BMPD NTB Ni Putu Dewi Ekawati Lingga.

BMPD Bidang Kerohanian Hindu mendorong tiga program utama di tahun 2019. Program tersebut diantaranya persembahyangan bersama ke beberapa pura (Tirta Yatra) dan pelaksanaan Dharma Santi Perayaan Hari Raya Nyepi. Sekaligus memberikan bantuan sosial dengan kunjungan ke daerah (Pura) yang terkena dampak gempa cukup besar. Dalam 4 tahun ini, program kerja besar adalah Tirta Yatra ke Lombok Utara dan Lombok Timur. Pada tahun 2017  merangkul anggota umat Hindu seluruh perbankan di Lombok sekitar 250 orang (16 bus). ”Untuk saat ini program kerja masih terpusat di Pulau Lombok,” tambahnya.

Ia mengharapkan kegiatan bersama tetap terjaga. Sehingga program kerja dapat dilaksanakan sesuai target. Walaupun tingkat kesibukan dari masing-masing anggota cukup tinggi. ”Kegiatan ini bentuk kebersamaan dan pemusatan pikiran dalam menghaturkan rasa bhakti kepada Yang Kuasa dan juga lebih mempererat rasa persaudaraan di kalangan karyawan Bank,” tuturnya.

Ke depan wanita yang sudah memegang empat tahun bidang ini berharap regenerasi kepengurusan Bidang Kerohanian Hindu BMPD NTB. Melalui pembinaan regenerasi diharapkan nantinya perkumpulan ini terus bisa mengabdi untuk masyarakat luas. ”Kami ingin program kerja lebih dipusatkan ke kalangan pemuda dan pemudi karyawan bank,” imbuhnya.

Acara di Pura Lingsar diisi dengan berbagai kegiatan. Di antaranya, Persembahyanan Bersama, Dharma Wacana tentang Catur Brata Penyepian yang disampaikan I Made Sri Wirdiata. Kemudian pembahasan program kerja. Terakhir Dana Punia sekaligus penyerahan bak sampah kepada Pengurus Krama Pura yang diwakili oleh Anak Agung Ketut.

Sejauh ini program Bidang Kerohanian Hindu digelar dari sumber dana BMPD NTB dan juga iuran anggota. Anggota kini mencapai sekitar 300 orang yang terdiri dari 34 bank, baik Bank Pemerintah, Swasta dan BPR di NTB. ”Kekompakan ini akan terus dijaga dan ditingkatkan untuk kedepannya,” tandasnya. (nur/r7/*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Desa Sekotong Tengah Punya Taman Obat Keluarga

ADA budidaya tanaman obat di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Tanaman obat ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat melalui Kelompok Taman Obat Keluarga Suren.

Desa Pesanggrahan Lotim, Tangguh Berkat Kawasan Rumah Pangan Lestari

Desa Pesanggrahan terpilih menjadi Kampung Sehat terbaik di Kecamatan Montong Gading. Desa ini punya Tim Gerak Cepat Pemantau Covid-19 yang sigap. Ekonomi masyarakat juga tetap terjaga meski pandemi melanda.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks