alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Kades Soroti Kinerja PMD

GIRI MENANG-Pemerintah desa di sejumlah wilayah Lombok Barat (Lobar) kelimpungan. Lantaran anggaran dana desa belum cair. Hal ini disinyalir akibat lambatnya pagu Anggaran Dana Desa (ADD) dikirimkan pemerintah kabupaten ke pemerintah desa.

“Dana desa itu sudah ada di rekening daerah. Tinggal persyaratan yang diperlukan untuk mencairkannya saja, APBDes itu,” terang Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Lobar Lalu Edy Sadikin Jumat, kemarin (22/2).

Persoalan pagu anggaran yang selama ini dikeluhkan, ungkapnya, sudah diberikan. Sehingga minggu depan, pihaknya akan turun untuk mempercepat pembentukan dan penetapan APBDes. Agar pencairan anggan dana desa maupun ADD bisa segera dilakukan setiap pemerintah desa.

Sementara Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKAD) Lobar M Zaini mengaku kecewa setiap tahun selalu terlambat. “Kenapa Pemkab Lobar ini tidak pernah belajar untuk memperbaiki sistem administrasi penyaluran dana desa,” sesalnya.

Keterlambatan penyaluran dana desa tahap I ini dirasakan para Kades sangat mengganggu aktivitas pemerintah desa. Mengingat, hingga saat ini pemerintah desa belum bisa merealisasikan program kerjanya akibat belum adanya anggaran yang tersedia.

Seharusnya, pemerintah kabupaten diharapkan bisa belajar dari kondisi tahun-tahun sebelumnya. Karena keterlambatan proses pencairan dana desa hampir terjadi setiap tahun. Ini membuat para kepala desa menuding tidak ada keseriusan dari Pemkab Lobar untuk memberikan perhatian terhadap penyaluran dana desa.

“Kalau dana desa yang anggarannya bersumber dari pusat, pagunya sudah lama keluar. Ini yang pagu ADD ini lamban. Makanya kami belum bisa menyusun APBDes,” ujar pria yang juga menjabat Kades Babussalam tersebut.

Senada dengan itu, Sekretaris Desa Jati Sela Masbuk Al Hamdani juga mengungkapkan demikian. Ia mengaku pemerintah desa belum bisa melakukan pekerjaan akibat belum masuknya anggaran dana desa maupun ADD. “Juni saja baru kita bisa melaksanakan pekerjaan. Padahal kalau bisa lebih awal seharusnya banyak hal yang bisa kami kerjakan,” ucapnya.

Pagu ADD di Desa Jati Sela memang sudah keluar sekitar sepekan lalu. Hanya saja, memang ada keterlambatan yang membuat pemerintah desa belum bisa menetapkan APBDes. Berdampak pada belum bisa dicairkannya dana desa maupun ADD.

“Kami harapkan ke depan ini tidak seperti ini. Semakin cepat dana desa cair, kita di pemerintahan desa bisa lebih cepat bekerja. Tidak seperti saat ini akhirnya menggunakan silpa,” ujarnya. (ton/r10)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks