alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Pencairan Masih Ribet, BPBD Lobar Usulkan Tambahan Bantuan Rp 335,6 Miliar

GIRI MENANG-Progres penanganan warga korban gempa di Lombok Barat (Lobar) menemui sejumlah kendala. Mulai dari kesulitan panel, sumber daya fasilitator, hingga minimnya kesadaran masyarakat korban gempa. Bahkan, fasilitator mengaku kesulitan untuk membantu warga mencairkan bantuan dari Bank BRI.

“Ada salah satu kelompok masyarakat yang tidak mau mencairkan bantuan. Karena mereka tidak terima kategori kerusakan rumahnya tidak sesuai dengan SK,” tutur Hajidi, salah seorang fasilitator Desa Bajur ditemui di Kantor BPBD Lobar, kemarin (22/2).

Warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, sesuai SK justru masuk kategori ringan. Ini membuat mereka enggan mencairkan bantuan. Tidak hanya itu, fasilitator juga dihadapkan pada persoalan administrasi pencairan yang berbelit-belit. Akibat, tidak ada aturan yang jelas mengenai mekanisme pencairan. “Ada yang bilang boleh tidak pakai materai, sementara BPBD bilang harus pakai materai. Kemudian tanda tangan warga banyak dianggap tidak sah oleh pihak BRI. Padahal tanda tangan mereka memang seperti itu. Makanya sangat berbelit-belit pencairannya,” timpal Nurul, fasilitator lainnya.

Sayangnya, Kepala BPBD Lobar M Najib dikonfirmasi mengenai hal ini justru mengaku progres pencairan maupun pembangunan rumah korban gempa di Lobar sejauh ini cukup baik. Itu dikatakannya bisa dilihat dari 67 Rumah Instan Sederhana (RISHA) yang sudah dihuni korban gempa.

“Ratusan masih dalam proses. Kalau pun ada kesulitan pencairan bantuan, ini karena SDM fasilitator kita memang butuh pembinaan. Makanya kami juga di BPBD Lobar selain menyiapkan layanan satu pintu, tetap melayani mereka di Kantor BPBD,” ujarnya.

Sejauh ini, 72.220 warga korban gempa, dikatakan Najib, sudah menerima bantuan. 516 korban gempa yang rumahnya rusak berat sudah menerima batuan 100 persen atau masing-masing sebesar Rp 50 juta. Masih ada sekitar 13.400 lebih yang hanya menerima 50 persen atau Rp 25 juta.

“Sisanya akan diproses untuk diusulkan atau pusat. Yang belum di distribusikan itu 13.426. Kalau dikalikan Rp 25 juta ya sekitar Rp 335,6 miliar. Ini akan kami usulkan secepatnya,” ungkapnya.

Terkait banyak data yang salam kamar atau tidak sesuai antara kondisi kerusakan dengan SK Bupati, Najib menjelaskan itu akan divalidasi oleh tim fasilitator dari Dinas Perkim Lobar. Kalau ada kekeliruan itu akan direvisi dan diusulkan kembali. “Kami akan usulkan lagi jika ada kekurangan,” ucap Najib. (ton/r10)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks