alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Pengembang Perumahan Diminta Siapkan Tempat Sampah

GIRI MENANG-Pemkab Lombok Barat (Lobar) kewalahan menangani sampah. Sejumlah sampah yang berserakan belum bisa ditangani Pemkab Lobar. Mulai dari sampah perumahan hingga sampah pasar.

“Untuk sampah yang di dekat BTN Mavilla itu sudah kami angkut. Kami juga akan mengirimkan bantuan armada mengangkut sampah di Pasar Keru Narmada,” aku Kasi Penanganan Sampah dan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Lobar Wahyu Martono, kemarin (22/2).

Kesulitan penanganan sampah di Lobar, diungkapkannya, berbeda dengan Kota Mataram. Lobar memiliki wilayah yang luas dengan armada kebersihan yang terbatas. Ini yang membuat banyak tumpukan sampah tidak bisa ditangani. “Luas wilayah kami berbeda dengan Mataram. Jumlah armada kita juga terbatas. Tidak bisa menjangkau di semua titik TPS,” timpal Kepala DLH Lobar Lalu Surapati.

Ini juga yang membuat pihak DLH Lobar belum bisa memenuhi saran yang diberikan Asisten I Setda Provinsi NTB Hj Baiq Eva Nurcahyaningsih. Terkait saran Eva agar DLH mengangkut sampah di malam hari. Untuk menghindari adanya pemandangan sampah yang berserakan di pagi harinya.

“Bayangkan wilayah kami di Lobar dari Batulayar sampai Sekotong. Kalau operasi malam hari, tentu kami akan kesulitan di petugas dan anggaran. Tapi ini sebagai bahan evaluasi untuk kami pertimbangkan dan kami kaji dulu,” jelasnya.

Sementara itu, sejumlah warga mengaku kecewa dengan penanganan kebersihan Pemkab Lobar. Misalnya saja yang terjadi di depan Pasar Keru Narmada. Kondisi sampah di depan pasar buah Desa Keru Kecamatan Narmada sangat mengganggu. Tumpukan sampah mengakibatkan badan jalan tidak berfungsi maksimal. “Itu mengeluarkan bau yang tidak sedap,” ujar Agus Sukmayadi salah seorang warga.

Ia mengaku sudah melaporkan hal ini ke Kantor Kecamatan Narmada untuk ditindaklanjuti. Namun sampai saat ini ia mengaku sampah tersebut belum juag diangkut. “Sampah ini sudah berbulan-bulan sampai menyatu dengan tanah. Sangat mengganggu pengguna yang melintas,” lanjutnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Lobar Lalu Winengan mengaku pihaknya berkomitmen membantu DLH dalam penanganan sampah. Caranya yakni dengan meminta setiap pengembang atau perumahan untuk menyediakan Tempat Pembuangan Sementara (TPS). “Itu akan kami lakukan. Karena setiap perumahan itu memang harus memiliki TPS. Agara warga yang tinggal di sana tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya kepada wartawan kemarin.

Pernyataan Winengan ini menyusul banyaknya TPS liar yang tersebar di sekitar kawasan perumahan. Sampah ini disinyalir dibuang sembarangan oleh warga yang tinggal di perumahan. Sehingga, ia mengaku akan berkoordinasi dengan semua pengembang perumahan yang ada di Lobar untuk membuat TPS. “Itu akan segera kami koordinasikan,” tandasnya. (ton/r10)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Memenangkan Pilkada dengan Survei

ADALAH sahabat saya satu almamater, Denny JA, yang pertama kali memopulerkan survei untuk pemilihan umum melalui lembaganya yang bernama Lingkaran Survey Indonesia.  Baik untuk pemilihan Presiden, pemilihan kepala daerah, ataupun pemilihan anggota DPR, DPD, dan DPRD.

Kisah Wenri Wanhar, Lima Tahun Kaji Sejarah Borobudur

Borobudur bukan sekadar mahakarya untuk wisata atau ber-selfie ria. Tapi, secara tersembunyi merekam ajaran dan teknologi masa lampau. Wenri menemukan ajaran dan teknologi itu tersebar di pelosok Indonesia.

Lomba Kampung Sehat NTB Bangkitkan Semangat dan Kekompakan

WAKAPOLDA NTB Brigjen Pol Asby Mahyuza mengunjungi dua Kampung Sehat di Sumbawa. Yakni Kampung Sehat Lingkungan Maras, Kelurahan Samapuin, di Sumbawa Besar, dan Kamung Sehat Desa Moyo, Kecamatan Moyo Hilir, di Pulau Moyo.

Pelibatan Tiga Pilar, Kunci Teggakkan Protokol Kesehatan

PENEGAKAN protokol kesehatan terus dimaksimalkan Polres Lombok Barat. Salah satunya dengan mengoptimalkan peran tiga pilar.

Proyek Pembangunan Dermaga Senggigi Tak Jelas

Dermaga Senggigi berpotensi mangkrak lebih lama. Meski Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Barat (Lobar) tetap mengupayakan kelanjutan pembangunannya. ”Mau tidak mau harus kita lanjutkan. Itu kewajiban kita,” kata Kadishub Lobar HM Najib.

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks