alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Vila “Bodong” Ancam Kelestarian Lingkungan

GIRI MENANG-Penanganan sejumlah vila tak berizin “bodong” di Lombok Barat (Lobar) lamban. Berkali-kali menggelar rapat, hingga saat ini belum ada tindakan nyata yang dilakukan terhadap vila atau penginapan yang tidak mengantongi izin hingga menyalahi tata ruang. Padahal, keberadaan vila ini tidak hanya berdampak pada bocornya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lobar. Tetapi juga berdampak pada kerusakan lingkungan.

Itu menilik sebagian  vila yang ada di kawasan perbukitan wilayah Batulayar. Beberapa vila ini diketahui menyediakan faisilitas kolam renang mewah. Ini yang kemudian menimbulkan pertanyaan darimana sumber air vila tersebut. Kerena, jika menggunakan air bawah tanah, itu harus melalui kajian geolistrik yang dilakukan oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lobar.

“Itu harus ada Surat Izin Pemanfaatan Air (SIPA). Berapa debit air yang disedot atau dipompa ke atas per satuan waktu. Ini ada meteran dan pajak air tanah,” terang kepala Bidang tata Lingkungan DLH Lobar Surahman, Jumat (22/2).

Sebuah vila atau penginapan tidak serta merta diberikan izin melakukan pengeboran untuk menyedot air tanah. Karena itu nantinya akan berdampak pada kualitas air tanah dan air permukaan. Maka ketika penginapan atau vila mengajukan izin di Dinas Perizinan, pihak DLH akan terlibat untuk melakukan kajian geolistrik. Untuk memastikan apakah akan pengeboran atau pengambilan air bawah tanah nanti mengganggu air permukaan atau tidak.

”Kalau dia mengganggu air permukaan itu tidak boleh dilakukan pengeboran,” ucap Surahman.

Sayangnya, melihat banyak vila yang tidak mengantongi izin, otomatis keberadaan vila ini juga tidak melakukan kajian geolistrik sebelum melakukan pengeboran. Ini yang kemudian dikhawatirkan akan berdampak terhadap kerusakan lingkungan khususnya air bawah tanah dan permukaan.

“Karena ada mereka (pemilik vila, Red) yang diam-diam melakukan pengeboran. Apakah mereka ngerti atau tidak ngerti aturannya. Ini juga menjadi kewajiban pemerintah provinsi melakukan pengawasan dan pengendalian,” lanjut Surahman.

Sebelum pemerintah memberikan izin operasional DLH akan membuat kajian. Terkait sumber air yang akan dimanfaatkan di penginapan atau vila tersebut. Apakah menggunakan pengeboran atau pengangkatan air.  Tapi ketika penginapan tidak mengantongi izin operasional, maka bisa dipastikan mereka juga tidak mengantongi izin pengeboran. “Iya dong (pengeboran tidak berizin, Red),” cetus mantan pejabat Dinas Kominfo lobar tersebut.

Sehingga ia sepakat pengawasan terhadap vila bodong ini penting dilakukan. Baik pemerintah maupun awak media yang menurutnya bisa memberikan usulan konstruktif. Hanya saja, untuk penindakan atau penertiban vila menurut Surahman ranahnya ada di Satpol PP. Karena Satpol PP yang bertugas menyampaikan satu suara ke publik. “Tapi itu sudah kami rapatkan dengan berbagai unsur. Kami sudah seting pola dengan tahapannya sudah ditentukan. PUPR yang akan melakukan pemanggilan dan peneguran. Kalau tidak ditaati itu masuk unsur penertiban,” jelasnya.

Dari keterangan Kasatpol PP Lobar Mahnan penertiban harus melalui standar operasional. Misalnya dengan melayangkan pemberitahuan, peneguran hingga permintaan untuk membongkar sendiri bangunan tersebut. “Kalau pemilik vila yang sudah diberikan teguran atau permintaan untuk membongkar sendiri tidak memenuhinya, baru kami yang bongkarkan,” ujar Mahnan.

Sedangan Kepala Dinas PUPR Lobar I Made Arthadana kepada Lombok Post kemarin (24/2) mengaku, pihaknya sudah menggelar rapat koordinasi lanjutan membahas langkah penertiban. Untuk tahap pertama, pihaknya di Dinas PUPR mengaku akan melayangkan teguran terhadap sebuah vila di kawasan Meninting yang diketahui telah menyalahi aturan tata ruang.

“Ada dua titik sampel yang ditegur. Untuk di Meninting langsung PU, sementara yang di Manakebun yang di atas perbukitan itu pihak dinas perizinan,” jelasnya. Sisanya akan ditegur bertahap secepat mungkin. “Rencananya Senin (hari ini, Red) kami akan rapat lagi,” tandasnya. (ton/r10)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks