alexametrics
Kamis, 22 Oktober 2020
Kamis, 22 Oktober 2020

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

GIRI MENANG-Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

”Ada dua lokasi yang tidak bisa kita klirkan. Ini persoalan lahan yang bukan milik pemda,” kata Kadispar Lobar H Saepul Akhkam, kemarin.

Lima proyek yang dieksekusi, antara lain kawasan Makam Batulayah dengan anggaran Rp2,6 miliar; kawasan Pura Batu Bolong Rp1,2 miliar; kawasan di sekitar Kafe Alberto senilai Rp1,6 miliar; kawasan di sekitar Hotel Pasifik Rp1,7 miliar; dan kawasan di Hotel Sheraton senilai Rp2,6 miliar.

Adapun dua proyek yang batal, rencananya berada di kawasan Pantai Kerandangan dan Pantai Loco. Nilai dua proyek ini sekitar Rp8 miliar. Akhkam mengatakan, Dispar terkendala kepemilikan lahan di lokasi tersebut.

Di perencanaan, kawasan Pantai Kerandangan akan ditata lanskap, pembuatan jogging track sebagai batas pantai, akses jalan dua sisi sungai. Kemudian membuat area parkir, relokasi pedagang dan kuliner, serta penataan lagoon dan stage.

Sementara di Pantai Loco, dilakukan perbaikan lapak untuk menjadi area kantor dan bisnis. Juga area parkir dan lanskap. ” Kita mau menata tapi tidak ada izin dari pemilik lahan, walaupun kita mau pinjam pakai. Jadi tidak bisa berbuat banyak,” tuturnya.

Ketiadaan lahan milik Pemkab Lobar membuat gerak untuk penataan kawasan Senggigi menjadi tidak leluasa. Dispar sebenarnya sudah mengkomunikasikan itu kepada pemilik. Hanya saja masih menemui jalan buntu.

Akhkam sendiri tak begitu optimis kedua proyek itu bisa direalisasikan tahun depan. ”Komunikasi dua lahan ini dari awal tahun, tapi buntu. Kita coba lagi tahun depan. Kalau gagal, kami serahkan ke pimpinan untuk diputuskan akan diarahkan ke mana (proyek ini),” jelas Akhkam.

Lebih lanjut, Akhkam tak ingin ambil pusing dengan gagalnya dua proyek tersebut. Apalagi masih ada lima proyek yang harus direalisasikan segera pada tahun ini. ”Kita sudah lakukan PCM dengan pelaksana proyek, konsultan perencana dan pengawas,” ujarnya.

Ada lima rekanan yang bakal menggarap kelima proyek tersebut. Antara lain, PT Nina Arta Proganda Putri; PT Pardomuan Nauli; CV Alfandi Putra; PT Sanur Jaya Utama; dan CV Wandy Dwiputra.

Suhendi dari CV Wandy Dwiputra mengatakan, pihaknya akan mengusahakan penyelesaian pekerjaan sesuai tenggat waktu. ”Ditargetkan rampung di Desember tahun ini,” katanya. (dit/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kenali La Nina, Waspadai Dampaknya

HUJAN dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur sebagian wilayah Indonesia beberapa waktu belakangan ini. Tentu banyak pihak yang bertanya-tanya, apakah memang musim hujan telah datang ? Berdasarkan prakiraan awal musim kemarau tahun 2020/2021 oleh BMKG, musim kemarau tahun 2020 ini sifatnya memang tidak sekering tahun sebelumnya.

17 Ribu Tenaga Kesehatan NTB Bakal Divaksin Lebih Dulu

Pemprov NTB telah menyetor nama-nama tenaga kesehatan untuk diberikan vaksin anti Covid-19. ”Daftar tenaga medis sudah saya serahkan ke pusat,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, kemarin (20/10).

Kampanye Sehat di Dompu Pasangan Eri-HI Bagi Masker untuk Para Lansia

PASANGAN Calon Bupati dan Wakil Bupati Dompu Eri Aryani-H Ichtiar (Eri-HI) terus menyuarakan kampanye sehat. Salah satunya dengan bagi-bagi masker saat ada kegiatan kampanye tertutup.

Juri Kampung Sehat NTB Mulai Menilai Pemenang di Sumbawa

Tim Penilai Lomba Kampung Sehat tingkat provinsi sedang berada di Sumbawa. Penilaian kini sedang dilakukan pada tiga pemenang Lomba Kampung Sehat tingkat kabupaten di wilayah tersebut. Yang sudah dinilai hingga kemarin Kelurahan Samapuin dan Desa Moyo Hilir.

XL Axiata, Pertama di Asia Tenggara yang Pakai SAP S/4HANA Cloud

“XL Axiata berhasil melakukan transformasi menjadi pemimpin dalam hal penyedia layanan digital dan data. Kami sangat percaya dan berkomitmen penuh terhadap transformasi digital sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan,” kata Yessie D. Yosetya, Director & Chief Information-Digital Officer XL Axiata.

Anggota DPR RI Ragukan NTB Siap Selenggarakan MotoGP

”Kami belum melihat ada promosi besar-besaran di tengah masyarakat,” katanya dalam keterangan pers di restoran Taliwang H Moerad, Rabu (20/10/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

52 Ribu UMKM NTB Bakal Dapat Bantuan Presiden Rp 2,4 Juta

Pemprov NTB mengusulkan 52.661 UMKM sebagai penerima bantuan presiden (banpres) produktif. ”Data ini terus kita perbarui sampai minggu kedua bulan September,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Wirajaya Kusuma, pada Lombok Post, kemarin (23/8).

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7
Enable Notifications    Ok No thanks