alexametrics
Minggu, 27 September 2020
Minggu, 27 September 2020

Tak Penuhi Passing Grade, 77 Pelamar PPPK Kembali Jadi Honorer

GIRI MENANG-Seleksi tes uji kompetensi rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kabupaten Lombok barat (Lobar) telah dilaksanakan Sabtu-Minggu (24/2) lalu. Hasilnya, dari 201 peserta yang mengikuti tes, 77 orang tidak memenuhi ambang batas atau passing grade.

Ini artinya, ke-77 pelamar itu dipastikan akan kembali berstatus honorer. Dan, jumlah ini bisa bertambah jika aturan dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) kembali berubah.

“Untuk tenaga guru yang masuk passing grade 75. Yang tidak masuk 76. Sedangkan untuk tenaga penyuluh yang masuk passing grade 49 orang. Hanya satu orang yang tidak lulus,” terang Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKDPSDM) Lombok Barat Suparlan.

Untuk standar kelulusan tes PPPK, sesuai PermenPAN-RB Nomor 4 Tahun 2019 peserta dinyatakan lolos passing grade apabila memenuhi nilai seleksi kompetensi. Mulai dari kompetensi teknis, manajerial, dan sosiokultural. Nilai paling rendah yakni 65. Dengan nilai seleksi kompetensi teknis paling rendah 42 poin.

Apabila telah memenuhi passing grade 65, peserta harus memenuhi nilai ambang batas wawancara berbasis komputer paling rendah 15. Semua tes ini dilaksanakan dalam waktu bersamaan.

Hasil sementara, yang memenuhi passing grade saat ini sebanyak 124 peserta dari formasi guru dan penyuluh pertanian. Namun demikian, Suparlan mengaku tidak bisa memastikan apakah keseluruhannya nanti bisa diterima langsung menjadi PPPK Lobar.

“Kalau untuk kelulusan kami tunggu dari BKN. Kami tidak berani menentukan, karena bisa jadi aturannya berubah-ubah,” lanjutnya.

Tahapan saat ini menunggu dari BKN. Karena berbeda dengan seleksi CPNS beberapa waktu lalu, khusus untuk rekrutmen PPPK, tes hanya digelar satu kali. Dimana, para pelamar dari kalangan eks honorer K2, bisa langsung mengetahui hasil tes usai proses seleksi. “Jadi, tidak ada pengumuman lewat situs BKDPSDM Lobar,” terang mantan Camat Batulayar tersebut.

Tingkat kesulitan tes kompetensi ini disinyalir tak kalah sulit dari tes CPNS tahun lalu. Beberapa peserta yang gagal memenuhi passing grade mengaku kewalahan menjawab soal yang dirasakan cukup panjang.

“Soalnya panjang-panjang, bisa sampai dua hingga empat paragraf. Ini yang membuat kami kesulitan. Karena waktunya hanya 90 menit untuk menjawab 90 soal,” ungkap Sofian, seorang pelamar dari SMPN 3 Lembar.

Soal seleksi tes kompetensi yang dinilai peserta cukup sulit adalah soal teknis, manajerial, dan sosiokultural. (ton/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks