alexametrics
Minggu, 12 Juli 2020
Minggu, 12 Juli 2020

Nikahi Dua Perempuan Sekaligus, Hanya Satu Istri Saipul Terdaftar di KUA

GIRI MENANG-Pernikahan Saepul warga Dusun Bakong Dasa, Desa lembar, kecamatan lembar Lobar mendadak viral beberapa hari terakhir. Terkait persoalan ini, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lembar angkat bicara.

“Kami ingin meluruskan informasi yang berkembang kalau ada dua buku nikah yang dikeluarkan KUA untuk pernikahan tersebut. Itu tidak benar,” jelas Kepala KUA Lembar H Marliadi, kemarin (25/6).

Meskipun diketahui jika Saepul telah menikahi dua perempuan sekaligus, namun yang terdaftar di KUA Lembar saat ini hanya satu orang. “Yang tercatat hanya pernikahan Saepul dengan Hariani,” bebernya.

Pihak KUA Lembar mengaku tidak pernah menerima laporan atau permohonan untuk pernikahan Saepul dengan dua perempuan sekaligus. Yang dimohonkan hanyalah untuk pernikahan satu pasangan. Sehingga buku nikah untuk Saepul dan istri kedua atau Mustiawati sampai saat ini belum pernah dikeluarkan KUA Lembar.

BACA JUGA : Kisah Saepul Bahri, Warga Lembar Lobar Nikahi Dua Pacar Sekaligus di Tengah Pandemi Korona

VIDEO : Modal Rp 4 Juta Pria Lombok Barat Ini Nikahi Dua Istri Sekaligus

Dalam Undang-undang Nomor 1 tahun 1974, Marliadi menjelaskan tidak ada aturan yang mengatur pernikahan seperti yang dilakukan Saepul Bahri. Meskipun pada kenyataannya, banyak yang melakukan poligami, tetapi ada tahapan aturan yang harus dilalui oleh sang suami.

“Suami harus meminta izin dari istri pertama dulu baru kemudian izin poligami itu akan dikeluarkan oleh pengadilan agama. Baru bisa didaftarkan,” jelasnya.

Namun pernikahan Saepul dengan istri keduanya yakni Mustiawati tidak melalui proses tersebut. Mengingat mereka melangsungkan akad nikah secara bersamaan. Sehingga bisa dipastikan Saepul belum mendapatkan izin pengadilan.

Meskipun, Marliadi yang juga menjabat Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) menjelaskan jika dalam hukum agama, pernikahan tersebut telah memenuhi rukun. Dalam artian, ada wali dan saksi saat dilangsungkannya akad nikah.

Tetapi, seharusnya Saepul dijelaskan Marliadi melangsungkan pernikahan terlebih dulu dengan Hariani. Setelah itu, baru kemudian ia mengurus izin poligami ke Pengadilan Agama agar bisa menikah dengan istri keduanya atau Mustiawati.

Marliadi juga menjelaskan kronologis bagaimana penghulu dari KUA Lembar bisa hadir dalam acara akad nikah tersebut. “Penghulu kami tidak tahu kalau akan ada pernikahan Saepul dengan dua perempuan sekaligus. Karena saat itu laporan yang diterima hanya satu pasangan,” bebernya.

Namun karena sudah berada di lokasi dengan kondisi masyarakat sudah berkumpul, penghulu tersebut dikatakannya tak bisa berbuat banyak. Ditambah pihak keluarga memohon agar ia tetap berada di lokasi untuk menyaksikan akad nikah Saepul dengan dua istrinya.

Sehingga dengan kejadian ini, pihak KUA Lembar berharap Saepul mau konsultasi ulang dengan Pengadilan Negeri Agama Giri Menang. Apakah nanti pernikahannya dengan istri kedua akan didaftarkan melalui isbat nikah atau solusi lain. Semua menurutnya tergantung pihak pengadilan.

“Undang-undang pernikahan tidak ada yang mengatur pernikahan sekaligus dengan dua orang. Ini kejadian langka. Kami di KUA Lembar ingin meluruskan informasi jika tidak ada dua buku nikah yang kami keluarkan. Pernikahan dengan istri kedua belum tercatat,” jelas Marliadi.

Sebelumnya, Saepul mengaku jika dirinya nekat menikahi dua perempuan sekaligus karena mencintai mereka berdua. Ia menjemput calon istrinya dari keluarganya selang sehari.

Dua istrinya tersebut diketahui merupakan sepupu. Keduanya mengaku ikhlas dimadu dan menjalin rumah tangga bertiga. “Saya pacaran dengan mereka berdua tiga bulan. Saya ajak menikah dua-duanya mereka mau,” tutur Epol, sapaan Saepul Bahri. (ton/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Mataram Sorot Kualitas Makanan untuk Pasien Korona

Pansus pengawasan covid DPRD Kota Mataram mengkritisi penanganan pasien di Wisma Nusantara (Wisnu). ”Pas kunjungan ke sana, kita tanyakan beberapa hal. Salah satunya soal makanan,” kata Ketua Pansus Abdurrachman,

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7

Kompak Lawan Korona, Kelurahan Cakra Timur Bertahan di Zona Hijau

Kelurahan Cakranegara Timur patut dicontoh. Saat keluarahan lain di Kota Mataram zona merah Covid-19, justru Cakra Timur berada pada zona hijau. Strategi para pemimpin di wilayah ini membuat virus Korona tak berani mendekat. Apa resepnya?

Berkurban di Masa Korona, Ini Fatwa MUI

Jumat (10/7) malam Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terbaru bernomor 36/2020 tentang salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. MUI di antaranya meminta kegiatan penyembelihan tidak tekonsentrasi pada saat Idul Adha saja.

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks