alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Polisi Tangani Dugaan Korupsi di Terong Tawah, Banyu Urip dan Kuripan Induk

GIRI MENANG-Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Lombok Barat (Lobar) menerima tiga laporan dari masyarakat. Kaitannya dengan kasus dugaan penyalahgunaan anggaran tiga desa. Salah satu kasus kini bahkan sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Mataram.

“Ada tiga laporan yang kami tangani. Laporan di Desa Terong Tawah, Desa Banyu Urip, dan Desa Kuripan Induk,” jelas Kanit Tipidkor Satreskrim Polres Lobar Ipda Baejuli kepada Lombok Post, kemarin (25/6).

Untuk laporan di Desa Kuripan, kasusnya dibeberkan Baejuli sudah P21. Pihaknya sudah menetapkan tersangka dan melimpahkan berkasnya ke kejaksaan. Saat ini proses hukumnya masih menunggu tahap II. Kasus penyalahgunaan anggaran desa di Desa Kuripan Induk kaitannya dengan penggunaan anggaran tahun 2015 dan 2016.

Sedangkan untuk kasus Desa Banyu Urip, laporannya terkait penyalahgunaan anggaran desa tahun 2019. “Kami sudah melakukan klarifikasi kepada lima orang perangkat desa,” jelas Baejuli. Namun karena laporannya juga masuk ke Inspektorat Lobar, maka pihak kepolisian saat ini masih menunggu hasil audit dari Inspektorat. Baru kemudian menindaklanjuti kasus ini berdasarkan laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Lobar.

Sementara untuk laporan dugaan kasus penyalahgunaan anggaran desa di Terong Tawah tahun 2018, Baejuli mengatakan pihaknya masih menunggu penghitungan kerugian negara dari BPKP. Setelah hasil penghitungan keluar, baru pihak kepolisian bisa mengambil langkah lebih lanjut. “Mudah-mudahan hasilnya bisa keluar dalam waktu dekat,” ungkapnya.

Untuk sejumlah laporan kaitannya dengan pemotongan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD), Baejuli mengaku timnya juga sudah turun. Hasil kroscek di lapangan, tidak ada pemotongan seperti isu yang beredar.

Masyarakat sudah menerima bantuan secara utuh dari pemerintah desa. Setelah menerima bantuan, masyarakat sendiri yang menyisihkan bantuan itu untuk keluarga dan tetangganya. “Jadi untuk kasus pemotongan BLT DD oleh oknum aparat desa, itu tidak ada,” tandasnya. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks