alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Solusi Kekeringan, Lobar Butuh Bendungan dan Embung

GIRI MENANG-Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat (Lobar) Mahnan mengatakan penyelesaian bencana kekeringan membutuhkan solusi permanen. ”Kalau kita cuma dropping air, cuma sementara. Beberapa hari bisa habis,” kata Mahnan.

Solusi permanen yang dikatakan Mahnan, berupa pembangunan embung maupun bendungan untuk wilayah yang terdampak kekeringan. Seperti di Bendungan Meninting, Kecamatan Batulayar. Yang bisa mengcover kebutuhan air untuk Lobar bagian utara.

Kata Mahnan, wilayah kekeringan di Lobar rata-rata berada di perbukitan. Sehingga tidak mungkin juga dilakukan pemasangan instalasi air bersih dari PDAM. ”Sulit untuk dijangkau. Medannya rata-rata di bukit,” ujarnya.

Upaya mengatasi kekeringan dari BPBD, sejauh ini hanya dengan dropping air bersih. Selain itu, BPBD juga membuat sumur bor. Mahnan mengatakan, keberadaan sumur bor bisa lebih banyak membantu masyarakat.

Hanya saja, BPBD menemui kendala untuk penyediaan sumur bor. Anggaran untuk pembangunannya tidak maksimal. Hanya Rp200 juta untuk sumur bor dan instalasinya. Dana tersebut diperoleh dari aspirasi anggota DPRD Lobar.

”Itu juga kedalamannya tidak lebih dari 100 meter,” tutur Mahnan.

Padahal, jika melihat dari letak geografis, kebanyakan wilayah kekeringan berada di bukit dan gunung. Sehingga kedalaman sumur bor harus di atas 100 meter. ”Kebutuhan kita banyak sebenarnya. Cuma sumur bor dari BPBD, yang kita buat, itu tidak lebih dari dua setiap tahunnya,” katanya.

Mengenai kebutuhan anggaran untuk bencana kekeringan, Mahnan mengatakan, sudah masuk dalam belanja tidak terduga (BTT). Sebelum pandemi covid, anggaran tak darurat mencapai Rp3 miliar.

”Tapi ini nanti bakal dibagi lagi dengan covid juga kan. Kita akan konsultasikan dengan BPKAD soal itu,” imbuh Mahnan.

Berdasarkan pemetaan tahun sebelumnya, bencana kekeringan di Lobar berada di enam kecamatan. Antara lain, enam desa di Kecamatan Lembar; enam desa di Kecamatan Sekotong; lima desa di Kecamatan Batulayar; tiga desa di Kecamatan Kuripan; tiga desa di Kecamatan Gerung; dan satu desa di Kecamatan Gunungsari. (dit/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks