alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Tes SKB Seleksi CPNS Lobar Dimulai 6 September

GIRI MENANG-Tes seleksi kompetensi bidang (SKB) CPNS Lombok Barat (Lobar) dimulai 6 September. ”Sudah ada jadwalnya ke luar. Empat hari, dari 6 September sampai 9 September,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Lobar Suparlan.

Untuk tes SKB nanti, rencananya diikuti 407 peserta. Menyisihkan 3.472 pelamar di seleksi kompetensi dasar (SKD). Mereka nantinya mengisi dari 202 formasi dari 205 yang dibuka. Tiga formasi yang kosong adalah dokter gigi serta sanitarian.

Sebelum pelaksanaan tes SKB, peserta diminta untuk melakukan daftar ulang. Dimulai dari 1 Agustus kemarin. Di proses ini, peserta diminta untuk mengisi lokasi tes. Suparlan mengatakan, hampir semua peserta melakukan daftar ulang. Adapun yang tidak, tetap diizinkan untuk mengikuti tes.

”Di sana kan cuma milih lokasi saja,” tuturnya.

Untuk tes SKB CPNS, lokasinya di UPT Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Kota Mataram. Berbeda dengan tes seleksi kompetensi dasar (SKD) yang sebelumnya diadakan di Aula Kantor Bupati Lobar, Kecamatan Gerung.

Pelaksanaan tes SKB akan menggunakan protokol pencegahan covid. Berlaku untuk panitia dan peserta CPNS. Peserta diminta untuk menyiapkan perlengkapan proteksi diri. Seperti, masker, hand sanitizer, hingga face shiel.

BKDPSDM membuka peluang memberi sanksi tegas. Apabila peserta tes tidak mematuhinya. Bisa saja dengan tidak memperbolehkan peserta mengikuti tes SKB. ”Itu kita wajibkan untuk peserta tes CPNS di Lobar. Supaya kita saling jaga. Jangan cuma panitia yang memakai sementara peserta tidak,” imbuhnya.

Untuk kebutuhan alat pelindung diri panitia, BKDPSDM berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lobar. Untuk bisa menyediakan masker, face shield, hingga hand sanitizer.

Lebih lanjut, Suparlan mengimbau juga kepada peserta tes. Di masa pandemi covid sekarang, peserta diminta untuk menjaga kesehatan mereka. Agar tetap prima saat tes SKB nanti. ”6 September itu sekitar dua minggu lagi. Tetap jaga kesehatan,” tandas Suparlan. (dit/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Kampung Sehat, Warga Desa Setanggor Semangat Gotong Royong

GAIRAH warga Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat sedang menggebu-gebu untuk mewujudkan lingkungan mereka yang bersih dan sehat. Karena itu, jangan heran manakala menemukan semangat gotong royong masyarakat di desa ini sangat tinggi.

Satu Gerakan, Warga Desa Kuripan Lawan Penyebaran Covid-19

Warga Desa Kuripan kian konsisten menerapkan protokol kesehatan. Apalagi setelah berhasil menyabet juara pertama untuk tingkat kabupaten di lomba Kampung Sehat. Sederet inovasi pun telah disiapkan Desa Kuripan.

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks