alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Senggigi Bakal Terang Benderang

GIRI MENANG-Persoalan penerangan jalan menjadi masalah yang cukup serius di Lombok Barat (Lobar). Penerangan jalan yang sangat minim membuat kondisi sejumlah wilayah gelap gulita. Mulai di jalan menuju desa, jalan protokol, hingga jalan kawasan pariwisata seperti Senggigi.

“Kami sudah mendengar keluhan warga terkait penerangan di jaur pariwisata. Tidak hanya di Senggigi tetapi di sejumlah ruas jalan seperti di by pass dan bundaran. Tapi di sana memang sedang ada perbaikan,” terang Sekda Lobar HM Taufiq.

Terkait masalah penerangan jalan ini, ia mengaku Pemkab Lobar telah mencari solusi. Salah satunya yakni rencana membangun PJU di kawasan Senggigi dengan bekerja sama dengan pihak ketiga. Sekda mengaku salah satu perusahaan telah melakukan ekspose untuk kerja sama pembangunan PJU di kawasan Senggigi tahun ini.

“Kalau hemat saya, PJU ini bisa tuntas jika kita bekerja sama dengan pihak ketiga melalui prosedur yang seharusnya,” ujarnya.

Jika kerja sama dengan pihak ketiga ini bisa terwujud dalam waktu dekat ini, persoalan penerangan di kawasan Senggigi bakal tuntas. Terlebih bupati juga tahun ini memang merencanakan revitalisasi kawasan pariwisata Senggigi.

Senada, Kepala Bappeda Lobar Baihaqi mengharapkan pembangunan PJU Senggigi bakal ditender triwulan pertama. Sehingga di triwulan kedua sudah mulai dikerjakan. “Itu sudah dianggarkan di Dinas PUPR. Nilainya sekitar Rp 1 miliar,” jelasnya.

Tahun ini Pemkab Lobar dikatakannya sangat memperhatikan penerangan jalan. Tidak hanya pembangunan PJU di Senggigi, melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman Lobar juga sudah dianggarkan untuk monitoring dan evaluasi pengecekan PJU. “Untuk 2019 melalui Dinas Perkim itu dianggarkan Rp 2 miliar untuk pengecekan dan penggantian lampu yang mati,” jelas Baihaqi.

Sehingga, persoalan penerangan jalan diharapkannya tidak lagi menjadi persoalan yang terus menerus dikeluhkan oleh masyarakat maupun pelaku wisata di Lobar.

Pantauan Lombok Post Sabtu (23/2) malam pekan lalu, kondisi penerangan di Senggigi sangat memprihatinkan. Sejumlah PJU mati total. Hal ini menyebabkan jalan hanya diterangi oleh lampu kendaraan yang melintas. (ton/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.
Enable Notifications    Ok No thanks