alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Tambang Liar Kian Meresahkan

GIRI MENANG-Keberadaan tambang galian C yang tak mengantongi izin makin menjamur di Lombok Barat (Lobar). Misalnya seperti yang terjadi di wilayah Desa Suranadi dan Sesaot, Kecamatan Narmada. Keberadaan tambang galian C ini dikeluhkan oleh warga setempat.

“Penambangannya semakin marak di Desa Suranadi dan Sesaot. Ini membuat kondisi kerusakan lingkungan yang mengkhawatirkan,” ujar Andi salah seorang warga Dusun Sambik Baru, Desa Sesaot, kemarin (27/2).

Aktivitas penambangan ini membuat warga terganggu karena kualitas air irigasi pertanian menjadi keruh. Dampaknya berpengaruh terhadap pertanian warga. Karena air irigasi membawa tanah yang menggaggu kualitas tanaman pertanian. Sejumlah petani sempat ingin mendatangi langsung lokasi tambang. Namun upaya tersebut diredam oleh ketua kelompok tani.

“Kami mohon aktivitas penambangan ini segera ditindaklanjuti agar tidak menggangu warga. Terlebih ini banyak yang tidak berizin,” pintanya.

Sementara keterangan Kepala Desa Sesaot Yuni Hariseni mengaku aktivitas penambangan di desanya dilakukan di lahan milik pribadi warga. Itu dilakukan karena warga ingin menggunakan lahan tersebut tempat pembangunan rumah atau pemukiman.

“Itu dilakukan manual tidak menggunakan alat berat. Karena semakin tahun kebutuhan lahan semakin bertambah,” jelasnya.

Masyarakat desa dikatakannya terus bertambah seiring mereka memiliki anak. Begitu juga ketika anaknya dewasa dan sudah membina rumah tangga. Sehingga kebutuhan lahan untuk membangun rumah juga akhirnya mendesak. “Sehingga itu menjadi dasar mereka (melakukan aktivitas tambang galian C,” jelasnya.

Namun demikian, Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Lobar Surahman menjelaskan aktivitas tambang liar ini kerap dilakukan oleh masyarakat. “Yang namanya pertambangan batuan nonlogam ini, dari dulu kucing-kucingan. Makanya semua pihak harusnya melakukan kontrol,” ucapnya.

Sehingga ia menegaskan seharusnya pemerintahan dari bawah mulai dari dusun, desa dan kecamatan segera melaporkan jika ditemukan adanya dugaan tambang liar. Laporan bisa disampaikan ke Satpol PP, maupun DLH bidang penegakan hukum. Ditanya apakah saat ini aksi kucing-kucingan masih terjadi, Surahman tak menampiknya. “Yang namanya orang cari duit. Tapi kami tidak melakukan pembiaran,” tegasnya. (ton/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks