alexametrics
Senin, 15 Agustus 2022
Senin, 15 Agustus 2022

Tim Penilai Datang, Kadis Terlambat, Dewan Ngamuk

GIRI MENANG-Ketua Komisi IV DPRD Lombok Barat (Lobar) Munawir Haris tak kuasa menahan kekesalan. Lantaran, ketika tim penilai Perencanaan Pembangunan Daerah (PPD) datang ke Kantor Bupati Lobar Rabu kemarin (27/2), tak ada pejabat eksekutif yang menerima mereka.

Akibatnya, tim penilai terpaksa harus menunggu para pejabat dinas yang datang terlambat meski notabenenya menjadi tuan rumah. “Kunjungan tim PPD ini sebagai dasar bagaimana Lobar ini mendapat bantuan dari pusat. Baik DID (dana insentif daerah) atau dana lainnya. Kalau Lobar juara, Rp 30-35 miliar dana bantuan masuk ke Lobar. Artinya ini sangat penting,” terang Munawir Haris kepada wartawan.

Sayangnya, para pejabat eksekutif terkesan mengabaikan penilaian ini. Terbukti dari tidak adanya pejabat yang hadir tepat waktu. Ironisnya lagi, hanya dua kepala dinas yang hadir dalam penilaian ini. Mereka adalah Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan dan Kepala Dinas Sosial Lobar. Sisanya diwakilkan.

“Dari sekian banyak OPD, cuma dua yang hadir kepala dinasnya. Ini memalukan menurut saya sebagai wakil rakyat. Saya minta Bupati ada ketegasan dalam penilaian kinerja kepada kepala dinas,” ujar politisi PAN tersebut.

Ia menyesalkan para kepala dinas mengabaikan hal penting seperti ini. Mengingat ini akan bersentuhan terhadap perencanaan pembangunan Lobar ke depan. “Masak tim penilai yang menunggu OPD. Sementara yang dinilai tidak hadir,” ucapnya meluapkan kekecewaan.

Baca Juga :  Tilar Negara Dirujuk ke RSUP NTB

Sehingga ia meminta Bupati Fauzan Khalid harus tegas mengevaluasi kinerja para kepala dinas. Ia menegaskan jangan sampai penunjukan kepala OPD Lobar hanya karena faktor kedekatan. Tanpa mengedapankan obyektivitas. Ia meyakini Lobar akan sulit maju jika kepala OPD tidak peka mana prioritas yang lebih penting.

“Jangan pas dapat bantuan OPD ini kayak tengkong (jamur), minta jatah bagian. Makanya bupati harus tegas. Kalau bupati bongoh (kalem) kepala dinas semele-mele (semau-maunya),” pungkasnya.

Bupati Lobar Fauzan Khalid yang dikonfirmasi Lombok Post mengenai pernyataan Munawir Haris mengaku ketidakhadirannya maupun pejabat OPD Lobar akibat kesulitan menyusun jadwal. Karena pada saat bersamaan banyak agenda prioritas lain yang juga harus dihadiri.

“Sama dengan yang muncul di media waktu bahas LKPJ. Tadi pagi misalnya (kemarin, Red) beberapa dinas terkait seperti PUPR, Kesehatan, Perkim dan asisten bersama saya memastikan jalan dan maksimalnya program sanitasi berbasis masyarakat. Itu contoh,” jelasnya kepala Lombok Post via pesan WhatsApp.

Baca Juga :  Digenjot Capai Herd Immunity, Lobar Justru Kehabisan Stok Vaksin

Ditanya tanggapannya terkait permintaan dewan agar bupati melakukan evaluasi terhadap kepala OPD, Fauzan tidak memberikan respons.

Sekda Lobar HM Taufiq yang datang terlambat dalam penilaian tim PPD tersebut mengaku alasan ketidakhadirannya tepat waktu maupun sejumlah kepala OPD lainnya. Ia menjelaskan ini akibat misskomunikasi antara para kepala dinas dengan Bappeda Lobar.

“Tadi kebetulan ada acara di Sekotong. Setelah saya dapat informasi saya langsung kembali bergegas ke sini. Kami yang salah, sehingga kami mohon maaf atas penerimaan yang kurang baik ini,” ujar Sekda.

Sementara anggota tim penilai PPD Firmansyah mengaku kedatangan mereka untuk menilai daerah terkait prestasi dalam proses perencanaan pembangunan. Hasil penilaian ini akan dikirim ke pemerintah pusat.

“Aspek yang dinilai adalah proses perencanaannya, capaian yang didapatkan dan inovasi yang dilakukan,” jelasnya.

Sejauh ini, tim penilai mengaku banyak hal yang unik di Lobar. Misalnya dengan adanya pengembangan produksi garam yang ada di wilayah Sekotong hingga produksi gula merah di Kekait Gunungsari.

“Kalau keterlambatan itu hal non teknis. Itu tidaklah (masuk dalam penilaian),” jelas dosen Fakultas Ekonomi Unram tersebut. (ton/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/