alexametrics
Selasa, 11 Agustus 2020
Selasa, 11 Agustus 2020

35 Warga Lombok Barat Positif Korona, Lima Sembuh

GIRI MENANG-Kasus positif Korona di Lombok Barat (Lobar) terus bertambah. Saat ini, jumlahnya mencapai 35 kasus positif.

“Dengan tambahan yang dari Kecamatan Batulayar, totalnya ada 35 kasus. Lima sudah sembuh,” jelas Kepala BPBD Lobar sekaligus Sekretaris Tim Reaksi Cepat Gugus Covid-19 Lobar Mahnan, Selasa (28/4).

Tujuh tambahan kasus dari Kecamatan Batulayar didominasi dari klaster Gowa Sulawesi Selatan. Mereka kini sudah dirawat di RSUD Tripat. Sementara jamaah tablig yang dinyatakan negatif berdasarkan hasil Swab sudah dibawa ke SKB Gunungsari. Mereka diminta isolasi mandiri selama beberapa hari untuk memastikan kondisinya baik-baik saja sebelum dipulangkan.

Kasus Korona di Kecamatan Batulayar kini ada sembilan kasus. Namun satu sudah sembuh sehingga tersisa delapan. Selain Batulayar kasus tertinggi juga terdapat di Kecamatan Lingsar. Yakni tujuh kasus, Gunungsari lima kasus, Labuapi empat kasus, dan sisanya di kecamatan lainnya.

“Saat ini hanya Lembar yang masih zona hijau. Belum ada kasus positif. Kalau Gerung sudah ada tiga warga yang positif,” jelas Mahnan.

Sedangkan untuk lima warga yang sembuh, Mahnan merinci mereka berasal dari Gunungsari dua orang, Batulayar, Kediri, Labuapi, masing-masing satu orang. Dari sejumlah warga yang dinyatakan positif, Tim Reaksi Cepat bersama Dinas Kesehatan Lobar melakukan tracing untuk mencari tahu warga yang pernah kontak dengan pasien positif.

Setelah itu mereka akan discreening untuk mengikuti rapid test dan Swab. “Satu-satunya cara untuk memutus rantai penyebaran Korona ini adalah dengan kesadaran masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah. Tetap pakai masker dan rajin cuci tangan,” jelasnya.

Terpisah, Camat Lembar Hasanudin sebelumnya terus berupaya agar wilayahnya bebas dari Korona. Ia mengumpulkan semua kepala desa di Kantor Camat untuk memberikan mereka imbauan terkait upaya pencegahan penularan virus yang belum ada obatnya itu. Caranya dengan mengikuti imbauan MUI dan pemerintah daerah.

“Kami ajak kepala desa untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk membatasi aktivitas keramaian. Salah satunya adalah mengganti salat Jumat dan Tarawih di rumah sesuai imbauan MUI dan pemerintah,” ujar Hasanudin.

Sejumlah desa pun menerima dengan baik imbauan ini. Sehingga, penularan wabah Korona hingga saat ini di Kecamatan Lembar berhasil dicegah. Meskipun, dari wilayah ini juga dari keterangan pihak Puskesmas Jembatan Kembar ada sekitar sembilan jamaah tablig yang memiliki riwayat ke Gowa. Empat diantaranya memiliki gejala reaktif dari hasil rapid test.

Namun setelah dilakukan Swab, empat warga tersebut dinyatakan negatif. Setelah dilakukan isolasi mandiri, mereka kini sudah bisa dipulangkan. “Alhamdulillah warga sudah dipulangkan ke rumah masing-masing karena hasil Swabnya negatif. Namun dari arahan Kapus Jembatan Kembar, mereka tetap kami minta isolasi mandiri,” jelas Kepala Desa Lembar Selatan H Benny Basuki kepada Lombok Post.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga, pemerintah desa menyiapkan paket semabako bagi warga untuk melakukan isolasi selama 14 hari. Bantuan berupa beras, minyak goreng, telur, dan mi instan disiapkan dari desa.

“Itu di luar BLT. Nilainya juga Rp 250 ribu. Jadi kami harap warga Desa Lembar Selatan kini tidak perlu khawatir lagi,” tandasnya. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

VIDEO : Dua Kali Masuk Bui, Papuk Jon Kembali Ditangkap Polisi

Sorang pria berinsial MB alias Papuk Jon tak juga kapok. Meski usia sudah memasuk 58 tahun, Papuk Jon masih saja mencuri. ”Kakek ini residivis. Sudah dua kali masuk penjara. Kasus sebelumnya juga mencuri,” kata Kapolsek Cakranegara AKP Zaky Maghfur, Senin malam (9/8).

Kapal Tenggelam di Tarakan, Satu Polisi Asal Lombok Tengah Meninggal

Kabar duka datang dari Ditpolairud Polda NTB. Satu anggotanya yang sedang bawah kendali operasi (BKO) di Ditpolairud Polda Kalimantan Utara (Kaltara) meninggal dunia.

Penjualan Mobil Toyota di NTB Masih Stagnan, Avanza Paling Diminati

”Dibanding saat kondisi normal, penjualan mobil baru pulih di angka 40-50 persennya saja. Kondisi ini bisa dibilang masih jauh dari situasi penjualan saat normal dulu,” kata Kepala Cabang Krida Toyota NTB Samsuri Prawiro Hakki, kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Data Kemiskinan NTB Belepotan, Verifikasi dan Validasi Sangat Lambat

Verifikasi dan validasi data kemiskinan atau data terpadu kesejahteraan sosial (DTSK) di NTB rupanya masih lambat. Hingga kemarin, baru lima daerah yang melaporkan hasil verifikasi dan validasi DTSK tersebut. Dari lima daerah itu, progres tiga daerah belum sampai 50 persen.

Kurikulum Darurat, Materi Belajar Siswa Dipangkas Hingga 70 Persen

LAMA DINANTI, Kurikulum darurat secara resmi telah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pada kurikulum ini, banyak materi yang dipangkas bahkan lebih dari separo.

Lale Sileng, Figur Pemimpin Perempuan Kaya Pengalaman Birokrasi

Kenyang pengalaman di dunia birokrasi, Hj Lale Prayatni punya modal mumpuni untuk memimpin daerah. Urusan mengelola birokrasi, anggaran, hingga perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sudah lekat dengan kesehariannya. ”Sudah khatam saya soal itu,” kata Prayatni.

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks