alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

Dewan Kesal, Pembangunan SMPN 2 Gunungsari Tak Kunjung Terealisasi

GIRI MENANG-Janji Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Barat (Lobar) untuk membangun gedung SMPN 2 Gunungsari dipertanyakan legislatif. ”Pas kita tinjau lokasi, Dikbud itu janji April sudah memulai pembangunan,” kata Wakil Ketua DPRD Lobar Hj Nurul Adha, Senin (27/7).

Namun, janji itu tak ditepati. Karena itu, para wakil rakyat di Lobar merasa di-PHP. ”Kita sempat pertanyakan itu kapan dimulai. Jawabnnya segera, April. Segera terus, tapi sampai sekarang belum ada progres,” kritiknya.

Persoalan SMPN 2 Gunungsari jadi atensi dewan. Apalagi setelah eksekusi yang dilakukan, pascakeputusan Mahkamah Agung (MA). Yang membuat SMPN 2 Gunungsari dirobohkan dan siswanya belajar di kelas darurat.

Awal Maret lalu, Nurul Adha bersama anggota Komisi IV DPRD Lobar sempat turun langsung. Meninjau lokasi kelas darurat. Dari sanalah, kata politisi PKS ini, Dikbud berjanji pembangunan gedung SMPN 2 Gunungsari yang baru, akan dimulai April.

Kondisi kelas darurat SMPN 2 Gunungsari sangat memprihatinkan. Bahkan saat musim hujan di Februari, kelas tersebut terendam banjir. Apalagi di saat tidak ada proses belajar mengajar di sekolah, akibat pandemi, ruangan kelas banyak tumbuh tanaman liar.

Bagi Nurul Adha, Dikbud seharusnya memanfaatkan waktu pandemi ini. Di saat tidak ada proses belajar mengajar di sekolah, mereka bisa memulai pembangunan. ”Anggaran sudah ada, perencanaan juga ada, tapi belum ada pembangunan. Apa sebenarnya yang jadi kendala,” cetus Nurul Adha.

Dalam pantauannya beberapa waktu lalu, Nurul Adha menerangkan, lokasi SMPN 2 Gunungsari secara geografis berada di dataran rendah. Bahkan bersebelahan dengan sungai. Sehingga ketika ada hujan dengan intensitas yang cukup lama, air akan naik atau banjir.

Dewan sempat mengusulkan agar lokasi pembanguan SMPN 2 Gunungsari dipindah. Sayangnya belum adalokasi dan anggaran untuk pengadaan lahan. Sementara anggaran untuk pembanhunan gedung RKB sudah disiapkan tahun ini senilai Rp 1,4 miliar.

”Akhirnya pihak sekolah bersama komite setuju sekolah dibangun di lokasi eks Puskesmas Penimbung saat ini,” ujarnya.

Dengan catatan pondasi bangunan sekolah harus dibangun 1,2 meter. Proses pembangunan juga melibatkan Dinas PUPR untuk melakukan penimbunan menggunakan tanah urug dan penataan sungai atau ditalud.

”Jangan sampai terlalu bawah agar ketika terjadi hujan deras yang cukup lama, air tidak sampai maauk ke ruang belajar,” ucapnya.

Untuk penimbunan menggunakan tanah urug dan penataan sungai di sekitar sekolah nantinya akan disiapkan anggarannya di APBD perubahan.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram Jumarti juga menyuarakan hal serupa. Meminta Dikbud memberi atensi lebih untuk SMPN 2 Gunungsari. ”Jangan jadikan anak-anak kita korban. Sekolah harus segera dibangun,” kata Jumarti. (dit/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Novi dan Dinasti Politik Zulkieflimansyah di Sumbawa

Dewi Noviany membantah keluarganya tengah membangun dinasti politik di NTB. Adik kandung  Gubernur NTB H Zulkieflimansyah itu mengklaim proses pencalonannya telah melalui mekanisme penjaringan parpol yang adil.

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks