alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Terdampak Korona Tujuh Hotel di Lombok Barat Minta Diskon Pajak

GIRI MENANG-Pandemi Covid-19 memukul pariwisata Lombok Barat (Lobar). Hingga membuat sejumlah hotel mengajukan pengurangan pajak alias minta diskon. ”Ada tujuh hotel yang meminta pajaknya dikurangi. Suratnya sudah masuk,” kata Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Lobar H Akhmad Saikhu, Selasa (28/7).

Surat tersebut belum bisa dibalas Dispenda Lobar. Saikhu mengatakan, masih ada kebijakan Pemkab Lobar yang sedang berjalan. Terkait dengan penundaan pembayaran dan penghapusan denda maupun sanksi pajak.

Kebijakan ini berlaku hingga Agustus nanti. Setelah melewati Agustus, Pemkab Lobar akan melakukan evaluasi. Apakah kembali mengeluarkan kebijakan serupa atau mengamini permintaan pengusaha hotel terkait pengurangan pajak.

”Kita lihat nanti perkembangannya seperti apa,” ujarnya.

Saikhu mengatakan, pemkab mulanya mewacanakan untuk penghapusan pajak hotel. Mengingat kondisi pariwisata yang lesu akibat pandemi. Membuat tingkat hunian hotel anjlok.

Hanya saja, tidak ada regulasi yang bisa memperkuat rencana tersebut. Selain itu, lanjut Saikhu, Inspektorat Lobar telah berkonsultasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Yang hasilnya, tidak disarankan untuk penghapusan pajak hotel.

”Yang diminta hanya penundaan pembayaran dan pembebasan sanksi. Itu saja,” tutur mantan Kadishub Lobar ini.

Meski begitu, stimulus ekonomi untuk pengusaha hotel masih bisa dilakukan. Peluang untuk pengurangan pajak tetap terbuka. Salah satunya melalui pajak bumi dan bangunan (PBB).

Saikhu menyebut, di perda mengatur mengenai pengurangan PBB. Maksimal 50 persen. Tapi, ada syaratnya. Yang harus dipenuhi objek pajak. Sehingga bisa dipertimbangkan pemkab untuk memberi pengurangan PBB.

”Misalnya seperti tahun kemarin ada gempa. Kemudian, dinyatakan pailit. Kalau syarat dan ketentuan dipenuhi, bisa kita kurangi,” tandas Saikhu.

Kabid Pelayanan Dispenda Lobar Lalu Supriawan mengatakan, tujuh hotel yang meminta pengurangan pajak berada di Senggigi, Kecamatan Batulayar. ”Yang paling terdampak kan di industri pariwisata ini. Jadi ada beberapa yang meminta pengurangan,” kata Supriawan. (dit/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Pertama Sejak 1998, Ekonomi RI Kembali Minus, Resesi Sudah Dekat

Usai dua dekade berlalu, kini sejarah kelam pertumbuhan ekonomi minus kembali terulang. Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin (5/8) melaporkan pertumbuhan ekonomi RI kuartal II 2020 tercatat -5,32 persen.

Kisah Para Korban PHK yang Menolak Menyerah di Desa Sokong

Pandemi Covid-19 membuat banyak warga yang tiba-tiba kehilangan pekerjaan di Desa Sokong. Tapi, mereka menolak menyerah. Hasilnya kini, mereka bukannya mencari pekerjaan. Malah mereka justru mencipta pekerjaan.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks