alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Satu Warga ODP Korona di Montong Are, Lombok Barat Meninggal

GIRI MENANG-Warga Lombok Barat (Lobar) resah. Menyusul beredarnya video salah seorang warga meninggal dunia tadi malam atas nama SB (inisial, Red), 45 tahun.

Ia meninggal dunia dalam status Orang Dalam Pemantauan (ODP) Korona. Sehingga ia dimakamkan  sesuai Standar Operasional (SOP) penanganan waspada Covid-19.

“Korban ini adalah sopir truk yang baru pulang dari Jawa. Riwayatnya dia pernah ke Surabaya, Mojokerto, dan Bali. Tiba di sini (Lombok) Senin Malam (23/3),” jelas petugas medis Puskesmas Kediri dr. Sabar yang menangani korban tadi malam (29/3).

Selasa pagi, pihak petugas kesehatan mendatangi SB. Setelah mereka menerima laporan dari kepala dusun dan Kepala Desa Montong Are. Petugas memberikan korban obat-obatan karena ada gejala batuk pilek.

SB dinyatakan berstatus ODP dan diminta untuk karantina mandiri. Tidak keluar rumah dan beraktivitas di luar selama 14 hari. Kondisinya pun dilaporkan membaik dan diduga sempat main bulutangkis hingga larut malam pada 25 Maret lalu.

Namun subuh kemarin, kondisinya memburuk dan sesak nafas. Sayang tidak dilaporkan oleh pihak keluarga. Baru kemudian Magrib tadi malam, korban dibawa ke Puskesmas Kediri sekitar pukul 18.00 Wita.

Sayangnya, setibanya di Puskesmas Kediri, sekitar pukul 18.20 Wita, korban sudah tak bernyawa. Diduga meninggal saat dalam perjalanan. “Tapi belum dipastikan apakah korban positif Korona atau tidak,” jelas dr Sabar.

Pemakamannya langsung dilaksanakan tadi malam sesuai SOP penanganan warga berstatus ODP Covid-19. Jenazahnya tak dimandikan dan diantarkan terlalu banyak warga. Mencegah penularan Korona. “Kalau pun diantar mungkin dari jauh untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan,” jelasnya.

Sementara Kepala Puskesmas Kediri H Sahroji mengaku pihaknya sudah memberikan penanganan sesuai SOP kewaspadaan Korona. Tim langsung bertindak dengan dua Alat Pelindung Diri (APD) yang sudah sesuai standar.

“Kami punya dua APD standar yang diberikan pihak Dinas Kesehatan,” jelasnya.

Langkah selanjutnya yang dilkakukan pihak Puskesmas Kediri dan Satgas Korona Lobar serta Dinas Kesehatan Lobar saat ini adalah mengidentifikasi warga yang berinteraksi dengan korban. Informasi awal, ada sepuluh orang yang telah berinteraksi dengan korban. Dengan tiga orang bersama korban sampai larut malam bermain bulutangkis.

“Tiga orang itu menyatakan siap diperiksa,” ujar Sahroji.

Informasi dari Kepala Desa Montong Are Mudjitahid, SB memang memiliki penyakit bawaan. Sebelum dirinya berstatus ODP Covid-19. “Dia (SB) punya penyakit bawaan dari dulu. Sering mengalami sesak dan sakit di lambung kiri,” bebernya.

Namun karena viral wabah virus Korona, banyak warga yang akhirnya berspekulasi ia meninggal terindikasi wabah virus mematikan tersebut. “Tadi siang dia masih main-main sebagaimana biasa dan tetap main bulutangkis,” tandasnya. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks