alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Lahan Eks SMPN 2 Gunungsari Jadi Perumahan, Dewan Pertanyakan Izin

GIRI MENANG-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Barat (Lobar) gerah dengan eksekutif. Lantaran, lahan eks SMPN 2 Gunungsari kini dijadikan lokasi perumahan. Dewan mempertanyakan perizinan pembangunan perumahan di lokasi tersebut.

Dari penjelasan eksekutif, pembangunan perumahan tersebut ternyata dilakukan tanpa izin. “Saya sudah ke sana turun mengecek. Ada empat atau lima lokal pembangunan perumahan yang sudah berjalan,” jelas Kabid Tata Ruang Dinas PUTR Lobar Lalu M Sudiana kepada dewan saat rapat koordinasi, Senin (29/6).

Sayangnya, setelah dicek di dokumen Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD), belum ada permohonan izin yang masuk terkait pembangunan perumahan tersebut. Sehingga Sudiana mengaku kaget dengan banyaknya material bangunan di lokasi itu.

Terlebih ia mendapati informasi jika di atas tanah yang sempat bersengketa itu akan dibangun 60 unit rumah. 50 persen sudah ada pemesan rumah.

Akhirnya, Sudiana berkoordinasi dengan Camat dan Satpol PP untuk memberikan peringatan terhadap pembangunan perumahan. Karena pihak kecamatan sendiri tidak mengetahui persoalan ini.

“Kami bersama Satpol PP turun tadi pagi karena belum ada IMB-nya. Kami belum pernah mengeluarkan izin,” bebernya.

Senada, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Lobar Lalu Winengan juga menegaskan tidak pernah memberikan merekomendasi pembangunan perumahan di lokasi eks SMPN 2 Gunungsari. “Makanya kami meminta agar Dinas Perizinan menyetop proses pembangunan. Bila perlu pasang plang bersama Satpol PP,” tegasnya.

Mendengar penjelasan dari sejumlah OPD, Ketua DPRD Lobar Hj Nurhidayah meminta jangan sampai pemda lengah dengan persoalan ini. Karena jika dibiarkan, itu sama artinya pemda mengakui jika pihak penggugat memang memiliki aset tersebut.

Nurhidayah juga meminta Pemda Lobar segera mengajukan Peninjauan Kembali (PK). Berdasarkan novum yang dimiliki. “Novum yang dimiliki ini cukup kuat. Makanya kami dorong agar segera dilakukan (pengajuan PK). Melaporkan juga perusakan aset bangunan SMPN 2 Gunungsari,” jelas politisi asal Gunungsari ini.

Terkait bangunan perumahan yang belum memiliki izin, Nurhidayah mengimbau maayarakat tidak membeli rumah di atas lahan yang sedang atau akan bersengketa. Agar tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat itu sendiri.

Kepala BPKAD Lobar Fauzan Husniadi menjelaskan, sampai saat ini pihaknya belum menghapus lahan SMPN 2 Gunungsari dari neraca aset Pemda Lobar. “Karena itu masih di neraca kami. Kami tidak akan hapus,” tegasnya.

Yang membuat Fauzan semakin yakin jika aset ini milik Pemda Lobar karena KPK juga membidik aset ini. KPK tengah mereview kepemilikan aset tersebut dan meminta sejumlah dokumen terkait aset seluas sekitar satu hektare tersebut. (ton/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Efek Positif Korona, Literasi Digital Meningkat

Selama penerapan belajar dari rumah (BDR) yang disebabkan Pandemi Covid-19, kegiatan literasi anak-anak berkurang. ”Karena aktivitas kunjungan ke perpustakaan sekarang ini, sangat dibatasi ya,” kata Kepala Kantor Bahasa NTB Ummu Kulsum, pada Lombok Post, Kamis (9/7/2020).

Dorong Kampung Sehat, Polda NTB Gelar Panen Raya di Kembang Kuning

Polda NTB menggelar panen raya di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, kemarin (9/7). Panen raya ini bagian dari program Kampung Sehat yang dinisiasi Polda NTB yang salah satu tujuannya mewujudkan ketahanan pangan NTB di tengah pandemi Covid-19.

Polres KSB Launching Transportasi Sehat

Polres Sumbawa Barat punya terobosan lain dalam mensukseskan Lomba Kampung Sehat

Kampus Belum Boleh Buka, Mahasiswa Belajar dari Rumah

Kemenag tidak tergesa-gesa mengizinkan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) membuka kuliah tatap muka. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Arskal Salim mengatakan kuliah tatap muka baru diizinkan saat semester genap tahun akademik 2020-2021 nanti.

Pecah Rekor, Sehari Penularan Korona Capai 2.567 Kasus

KASUS positif infeksi Covid-19 lagi-lagi mencetak rekor terbaru dengan pernambahan 2.567 orang pada periode 8 hingga 9 Juli 2020. Jumlah ini lebih dari 2 kali lipat rata-rata pertumbuhan kasus seribu orang per hari dalam dua minggu terakhir.

Akurasi Alat Rapid Test Buatan NTB Mampu Saingi Produk Impor

Indonesia akhirnya resmi melaunching alat rapid test inovasi dalam negeri. Diberi nama RI-GHA Covid-19, alat ini diklaim memiliki akurasi nyaris sempurna.

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks