Selasa, 31 Januari 2023
Selasa, 31 Januari 2023

Polres Lobar Gandeng FKUB, Atensi Konflik Sosial

GIRI MENANG-Konflik sosial sudah kerap terjadi di Kabupaten Lombok Barat (Lobar). Salah satu contohnya adalah konflik antar warga di Desa Mareje, Kecamatan Lembar. Meski hanya bermula dari kesalahpahaman, insiden itu berujung pada pembakaran beberapa rumah.

Polres Lobar menyadari terkait kerawanan tersebut. Karena itulah, instansi penegak hukum ini memberikan atensi terhadap pencegahan maupun penanganan konflik sosial di Gumi Patut Patuh Patju.

Kapolres Lobar AKBP Wirasto Adi Nugroho menerangkan, di Kabupaten Lobar terdiri dari berbagai agama dan budaya. Keanekaragaman itu jika tidak bisa dikelola dengan baik, otomatis akan memunculkan potensi-potensi konflik sosial.

“Sehingga perlu merangkul semua elemen masyarakat yang ada, serta memperkuatnya dengan menjalin silahturahmi bersama para tokoh dan masyaraka,” katanya.

Baca Juga :  Pencarian Wisatawan Asal Medan di Pantai Kerandangan Lobar Dihentikan

Wirasto Adi mengaku, hak ini sudah mulai dilakukannya. Misalnya dengan bersilaturrahmi kepada para tokoh setiap Hari Jumat yang dibungkus melalui program Jumat Besemeton. Dalam upaya ini, Polres Lobar juga menggandeng Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Menurutnya, untuk mewujudkan kondusifitas dan mencegah potensi konflik sosial, harus dengan semangat kebersamaan dan persaudaraan. Kemudian memperkuat komunikasi dengan seluruh lapisan masyarakat.

Sejauh ini, terang Wirasto Adi, pihaknya menerima masukan-masukan dari masyarakat. Sekecil apapun informasi tersebut, pasti ditindaklanjuti. Terlebih, jika itu berdampak terhadap potensi konflik sosial.

Kapolres menambahkan, karakteristik masyarakat Lobar begitu kompleks. Karena itu, memerlukan hubungan komunikasi yang kuat dam intens. “Sehingga tidak ada lagi sumbatan-sumbatan komunikasi, yang berpotensi kepada konflik horizontal di tengah-tengah masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga :  Cuma Kebagian Penjara Saja!

Tidak hanya potensi-potensi Konflik antar kelompok atau golongan yang menjadi perhatian polisi. Namun juga mewaspadai terjadinya ancaman konflik internal kelompok atau golongan. “Kami melakukan upaya-upaya pencegahan dari hulu, dengan mekanisme pendeteksian konflik,” tutupnya. (cr-bib/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks