LombokPost-- Bakal Pasangan Calon Nurhidayah-Imam Kafali (Dafa) mendirikan posko pemenangan untuk pilkada Lombok Barat (Lobar) di Kelurahan Dasan Geres, Kecamatan Gerung Lombok Barat (Lobar).
Pembuatan posko pemenangan di wilayah Gerung ini untuk meraup suara di wilayah selatan Lobar. Seperti Kecamatan Kuripan, Lembar, dan Sekotong.
”Posko Gerung kedepan akan menjadi center bagi pemenangan kita, terutama di wilayah selatan,” kata Nurhidayah.
Politisi asal Gunungsari ini mengaku dirinya maju sebagai bakal cabup dengan basis massa di wilayah utara Lobar.
Begitu juga dengan pasangannya Imam Kafali yang berasal dari Labuapi dan maju sebagai perwakilan wilayah tengah Lobar.
Sedangkan untuk wilayah selatan Lobar adalah basis massa dari bakal paslon lain.
Ini menjadi tantangan tersendiri bagi Nurhidayah dan tim untuk bisa memenangkan pasangan Dafa ini pada pilkada nanti.
Kawasan ini dianggap zona battle ground pilkada karena merupakan wilayah kediaman sejumlah calon kepala daerah.
”Saya ingin teman-teman relawan tetap semangat,” cetusnya.
Tim pemenangan dari bakal paslon Dafa ini didominasi kalangan muda. Semangat dan kreatifitas anak muda membuat Nurhidayah tak meragukan timnya bisa memenangkan zona battle ground.
Bahkan timnya terus turun mensosialisasikan mengenalkan program visi misi Jalan Baru yang berpihak kepada masyarakat.
”Tim kita dianggap remeh, katanya tim Nurhidayah-Imam Kafali diisi anak-anak muda dan kecil, tetapi mereka lupa bahwa anak-anak muda, yang akan mampu membuat Lobar berubah kedepannya,” sebutnya.
Baca Juga: Kebangkitan Pencak Silat NTB di PON Aceh-Sumut 2024, Sumbang Satu Perak dan Satu Perunggu
Sebanyak empat posko pemenangan Jalan Baru sudah dibentuk timnya untuk mengcover perjuangan Dafa di seluruh wilayah Lobar. Diantaranya di kawasan Gunungsari untuk Kecamatan Batulayar-Gunungsari.
Kemudian posko pemenangan yang ada di Narmada untuk wilayah Narmada-Lingsar. Posko pemenangan di Labuapi untuk wilayah Labuapi-Kediri.
Serta posko pemenangan di Gerung untuk empat kecamatan yakni Gerung, Kuripan, Lembar dan Sekotong.
Setiap posko terdiri tim pemenangan dari tingkat korcam, kordes, hingga kordus. Jumlah posko sudah cukup untuk mencakup perjuangan Jalan Baru.
Bahkan seluruh tim pemenangan sudah bergerak turun ke masyarakat menyosialisasikan Jalan Baru.
Nurhidayah mengimbau mengajak seluruh tim dan relawan untuk menjunjung politik santun beretika.
Tidak terpancing provokasi yang dapat mencederai demokrasi. Sebab demokrasi harus dilakukan dengan riang gembira.
”Kita menganut prinsip politik secara beretika, demokrasi riang gembira. Jadi kita lakukan apapun dengan bahagia dan berkompetisi dengan sehat,” tandasnya. (chi/r12)
Editor : Kimda Farida