KUALITAS UNGGUL: Seorang petani di wilayah Gerung tengah merawat tanaman tembakaunya. Tembakau Lobar kini memiliki lima varietas unggul.
LombokPost - Kabupaten Lombok Barat menjadi salah satu daerah sentra pertanian unggulan di NTB.
Melalui langkah strategis, daerah ini secara resmi melepas lima varietas tembakau layur asal Lombok Barat, mulai dari jenis tembakau hitam, tembakau kuning, hingga tembakau hibrida.
Pelepasan varietas unggulan ini dilakukan di Surabaya.
Kepala Dinas Pertanian Lombok Barat Hj Damayanti Widianingrum menjelaskan lima varietas tembakau keunggulan Lombok Barat tersebut meliputi tembakau layur besar Gerung, tembakau eskot, tembakau layur Kediri, tembakau kasturi Kediri, dan tembakau beboro Labuapi.
“Jenisnya ada tembakau layur besar Gerung, tembakau eskot, tembakau layur Kediri, tembakau kasturi Kediri, dan tembakau beboro Labuapi. Ini merupakan lima varietas keunggulan Lombok Barat,” jelasnya.
Salah satu varietas yang menarik perhatian adalah tembakau hitam untuk susur, yang disebut-sebut sebagai satu-satunya di Indonesia.
”Tembakau hitam susur salah satunya di Indonesia. Dibandingkan dengan yang lain, produksi kami lebih tinggi dan harganya juga bersaing, termasuk pemanfaatannya,” tambah Damayanti.
Pemanfaatan tembakau hitam ini sangat beragam.
Berbeda dengan tembakau kuning yang umumnya hanya untuk rokok, tembakau hitam dapat digunakan untuk rokok, susur, pewarna batik, bahkan obat anti nyamuk.
Damayanti mengenang bahwa tembakau ini dulunya sangat terkenal dengan sebutan tembakau Ampenan, yang memang berasal dari Lombok Barat.
Tidak hanya tembakau, Dinas Pertanian Lombok Barat juga berhasil menjadikan daerah ini sebagai salah satu penghasil vanili organik terkemuka di NTB.
Lombok Barat bahkan telah berhasil mengekspor vanili organiknya ke Amerika Serikat. H. Muhir, salah satu eksportir vanili, mengambil vanili organik dari kelompok tani yang ada di Lobar.
“Kami salah satu kabupaten penghasil komoditas vanili organik yang diekspor. Vanili organik ada di Narmada, ada di Gunungsari, Kelompok Sedau. Di atas Bendungan Meninting di atas sana juga ada,” terang Damayanti.
Selain vanili, Lombok Barat juga sukses mengekspor komoditas organik hasil perkebunan lainnya.
Komoditas aren diekspor melalui kelompok tani LBS, sementara kopi dari Batu Mekar melalui Mule Paice.
Kedua komoditas ini telah membuktikan kualitasnya sebagai produk organik yang menjanjikan.
Sementara Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Lobar Baiq Hilmi Fitriana menjelaskan jiia varietas baru itu telah resmi diluncurkan Kementerian Pertanian.
”Alhamdulillah sudah dilepas pak Menteri Pertanian sebagai varietas unggul baru,” katanya.
Dengan telah diluncurkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) varietas baru tembakau itu sudah dipatenkan dan resmi menjadi milik Lombok Barat. Sehingga tidak bisa diakui daerah lain.
”Ini sama seperti HAKI. Bahwa lima varietas tembakau ini benar-benar milik Lobar dan tidak bisa diakui daerah lain,” papar Baiq Helmi.
Menariknya, pelepasan lima varietas itu menjadikan Kabupaten Lobar sebagai satu satunya daerah di NTB yang memiliki varietas tembakau asli.
Distan Lobar optimsitis SK Menteri Pertanian tersebut akan mampu melindungi plasma nutfah tembakau asli Lobar.
Keuntungan lainnya juga bisa meningkatkan PAD bidang pertanian.
”Artinya begitu sudah dilepas petani otomatis kita bisa menjual benihnya. Dan ini bisa menjadi PAD Pemkab Lobar,” sambungnya.
Keuntungan lainnya bisa meningkatkan kesejahteraan petani Lobar. Dengan sudah dipatenkan bisa meningkatkan produksi produktivitas tembakau.
Dengan demikian akan meningkatkan kesejahteraan petani Lobar.
Kementan melalui Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) NTB Dr Awaludin mengapreasi inovasi yang dilakukan Distan Lombok Barat.
Lima varietas baru tembakau itu memiliki keunggulan tersendiri untuk setiap varietas.
Lima varietas itu punya keunggulan tersendiri dari setiap varietas. Karena dari lima varietas ada juga jenis tembakau hitam untuk susur.
”Varietas tembakau yang hitam ini memang kangka. Itu kan bukan untuk rokok tapi kepentingan yang lain seperti buat susur,” tandas Awaludin. (ton/mar/r8)