Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Delapan Desa di Sekotong Terendam Banjir, Air Capai Atap Rumah Warga

Hamdani Wathoni • Selasa, 13 Januari 2026 | 22:35 WIB
BANJIR: Banjir merendam pemukiman warga di Dusun Bengkang, Kecamatan Sekotong, Selasa (13/1). Ketinggian air hampir menyentuh atap rumah akibat luapan sungai setelah hujan deras mengguyur.
BANJIR: Banjir merendam pemukiman warga di Dusun Bengkang, Kecamatan Sekotong, Selasa (13/1). Ketinggian air hampir menyentuh atap rumah akibat luapan sungai setelah hujan deras mengguyur.

LombokPost — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, Selasa (13/1) menyebabkan banjir meluas di sedikitnya delapan desa. Luapan sungai dan saluran air yang tidak mampu menampung debit hujan membuat pemukiman warga terendam dengan ketinggian air bervariasi, bahkan di beberapa lokasi mencapai di atas perut orang dewasa.

Camat Sekotong Andi Purnawan mengatakan, banjir mulai terjadi sekitar pukul 16.00 Wita. Desa dan dusun yang terdampak meliputi Dusun Bengkang, Desa Persiapan Pengantap, Desa Persiapan Belongas, Desa Persiapan Empol, Desa Buwun Mas, Desa Sekotong Tengah, Desa Cendi Manik, serta Desa Taman Baru.

"Ada sekitar tujuh atau delapan desa yang terendam banjir. Kondisi terparah terjadi di Dusun Bengkang, Desa Persiapan Pengantap," ujar Andi Purnawan kepada Lombok Post.

Menurutnya, di Dusun Bengkang ketinggian air hampir menyentuh atap rumah warga. Banjir dipicu oleh luapan sungai yang berada di sekitar kawasan pemukiman, ditambah hujan deras yang berlangsung selama beberapa jam tanpa henti.

"Ini akibat luapan sungai dan saluran air yang tidak mampu menahan debit air hujan," jelasnya.

Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah desa lainnya. Air menggenangi rumah warga, jalan lingkungan, hingga fasilitas umum. Menariknya, banjir di Desa Sekotong Tengah terjadi meskipun hujan di wilayah tersebut tidak terlalu deras.

"Di Sekotong Tengah air mulai naik malam hari, padahal hujan tidak terlalu lebat," kata Diegas, salah seorang warga.

Dari sejumlah video yang direkam warga, terlihat banjir menggenangi jalan raya dan merendam fasilitas publik seperti Puskesmas Sekotong. Aktivitas warga pun terganggu, sebagian memilih bertahan di rumah, sementara lainnya mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Sekotong sendiri tercatat beberapa kali menjadi langganan banjir sejak musim hujan mulai tiba pada tahun 2025 lalu hingga awal 2026 ini. Warga berharap ada penanganan serius dari pemerintah daerah, terutama normalisasi sungai dan perbaikan sistem drainase, agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan. 

Editor : Marthadi
#Lombok Barat #Banjir #NTB #Sekotong