Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dewan Ingatkan Kepsek di Lobar Harus Mampu Branding Sekolah dan Tak Gaptek

Hamdani Wathoni • Jumat, 6 Maret 2026 | 09:53 WIB

CEK KAPASITAS: Ratusan kepala sekolah mengikuti asesmen di Kantor BKN Mataram, Selasa (3/3).
CEK KAPASITAS: Ratusan kepala sekolah mengikuti asesmen di Kantor BKN Mataram, Selasa (3/3).

LombokPost - Pemkab Lombok Barat (Lobar) berupaya meningkatkan mutu pendidikan.

Sebanyak 281 Kepala Sekolah dari jenjang SMP, SD, PAUD se-Kabupaten Lombok Barat mengikuti kegiatan asesmen kompetensi.

Asesmen ini dilaksanakan di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mataram belum lama ini.

“Asesmen ini bukan sekadar formalitas, tetapi untuk memetakan kompetensi secara objektif. Kita ingin memastikan kepala sekolah yang memimpin satuan pendidikan memang sesuai dengan kemampuan dan potensi yang dimilikinya,” tegas Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini.

Pria yang karib disapa Bupati LAZ ini bahkan meninjau langsung proses asesmen didampingi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BK-PSDM) Lobar dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Barat.

Bupati memaparkan pelaksanaan asesmen tersebut yang bertujuan untuk menguji sekaligus memetakan kompetensi para kepala sekolah tersebut.

"Uji kompetensi ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk memastikan setiap kepala sekolah sudah menempati posisi sesuai kapasitas dan kemampuannya," paparnya.

Kegiatan asesmen ini berlaku bagi kepala sekolah definitif (existing), Pelaksana Tugas (Plt) dan guru-guru yang memiliki potensi untuk diproyeksikan menjadi kepala sekolah.

Hasilnya akan menjadi basis data (big data) baru dalam penentuan kebijakan penempatan dan pengembangan karier ke depannya.

Menurut Bupati LAZ, hasil asesmen akan langsung terlihat secara sistem dan bersifat transparan. Peserta dapat mengetahui hasilnya apakah masuk kategori optimal, cukup optimal atau kurang optimal.

"Hasilnya langsung keluar dan objektif. Kalau hasilnya merah, ya merah. Kalau bagus, ya bagus. Dengan sistem ini, semuanya transparan dan akuntabel," ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berharap dapat meningkatkan kualitas kepemimpinan di satuan pendidikan, sehingga berdampak langsung pada mutu pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia di Lombok Barat.

Di sisi lain, anggota Komisi IV DPRD Lombok Barat Dr. Syamsuriansah memberikan catatan kritis sekaligus konstruktif terkait profil ideal seorang kepala sekolah.

Menurutnya, di era persaingan pendidikan yang ketat, kepala sekolah tidak boleh lagi hanya terjebak pada urusan administratif belaka.

​"Kepala sekolah harus berperan sebagai Brand Ambassador bagi sekolahnya. Mereka wajib memiliki kompetensi komunikasi publik yang mumpuni agar mampu 'menjual' atau membangun citra sekolah dengan baik," cetus Dr. Syam, sapannya.

​Ia memberikan analogi menarik, di mana kepala sekolah harus menjadi ikon bagi kemajuan sekolahnya, sebagaimana seorang Bupati menjadi ikon bagi daerahnya.

Tanpa kemampuan branding yang kuat, sekolah-sekolah di Lobar dikhawatirkan akan terus kalah bersaing dengan sekolah di wilayah tetangga, seperti Kota Mataram.

​Dr. Syam juga merinci empat kompetensi utama yang harus dimiliki calon kepala sekolah hasil asesmen ini.

Pertama adalah Kompetensi Kepribadian terkait integritas. Kedua, Kompetensi Sosial untuk membangun jejaring. Ketiga, Kompetensi Manajerial dalam mengelola organisasi.

Dan terakhir adalah Kompetensi Pedagogik yang berkaitan dengan pemahaman proses belajar mengajar. ​Ia pun menitipkan pesan agar Bupati tetap selektif.

Fokusnya adalah melahirkan individu yang kompeten secara holistik demi mewujudkan pendidikan Lombok Barat yang maju dan mandiri.

Dengan adanya sinkronisasi antara langkah eksekutif melalui asesmen BKN dan dorongan legislatif ini, harapan akan bangkitnya mutu pendidikan di Lobar kini berada di jalur yang tepat.

"Kepsek harus paham IT. Melihat calon Kepsek itu tidak cukup dengan tes kompetensi tetapi dengan wancara mendalam sejauh mana pemahamannya tentang pendidikan dan school management yang didalamnya terdapat Behaviour student and teacher management," pungkasnya. 

Editor : Kimda Farida
#inovatif #Lombok Barat #gaptek #asesmen #kepala sekolah