alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Kereta Gantung Masih Fifty-fifty

MATARAM-Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB menegaskan kereta gantung tidak merusak lingkungan. Peluang untuk tidak dibangun pun masih ada.

”Masih fifty-fifty ini karena si perusahaan pun akan menghitung untung ruginya, dia baru diizinkan untuk riset rencana membangun itu,” kata Kepala Dinas LHK NTB H Madani Mukarom, kemarin (31/1).

Investor, kata Madani, baru mendapatkan izin prinsip. Artinya mereka baru diizinkan membuat kajian dari sisi ekonomi, sosial dan aspek lingkungan. ”Dia akan menghitung untung ruginya dengan berbagai kondisi di lapangan,” jelasnya.

Setelah mereka melakukan kajian dari tiga aspek itu, baru mereka menentukan akan membangun atau tidak. ”Kalau hasil studinya rugi, perusahaan juga tidak mungkin membangun,” katanya.

  Rencana detail terkait pembangunan menurutnya belum tampak saat ini. Sebab masih berupa rencana umum. ”Setelah melakukan studi baru akan kelihatan apa saja kendala yang harus diatasi, termasuk menyelesaikan masalah sosial,” jelasnya.

Menurutnya, penolakan tidak tepat disuarakan saat ini sebab masih tahap awal. Penolakan pun harus ada argumentasi yang masuk akal, sehingga bisa dibahas tim kajian. ”Kalau pun menolak harusnya ada alasan, bukan menolak, titik, itu tidak menyelesaikan masalah,” katanya.

Dalam rencana awal, jalur kereta gantung tidak akan masuk pada zona inti kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). ”Startnya dari Tahura, jadi tidak akan menyentuh zona inti TNGR,” katanya.

Terpisah, General Manager Unesco Global Geopark (UGG) Rinjani Chairul Mahsul  menjelaskan, penambahan fasilitas modern seperti kereta gantung tidak akan mempengaruhi penilaian terhadap status Rinjani sebagai taman dunia. ”Yang penting tidak bertentangan dengan tiga pilar geopark, yakni edukasi, konservasi, pemberdayaan masyarakat lokal,” katanya.

Dalam pembangunan kereta gantung, menurut Chairul, isu konservasi dan pemberdayaan masyarakat lokal jadi hal yang sangat krusial. ”Ini menjadi catatan penting yang harus diperhatikan,” katanya.

Pelestarian lingkungan harus diperhatikan sebab di sana banyak warisan-warisan dunia. ”Soal pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal itu merupakan kekuatan UGG Rinjani waktu penilaian,” katanya.

Para asesor yang datang ke Rinjani menilai, keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan Rinjani sangat bagus. ”Itu menjadi semacam kelebihan Rinjani,” katanya.

Dia berharap, pembangunan kereta gantung nantinya tidak mengganggu penghasilan warga yang sudah menggantungkan hidup dari pendakian Rinjani. ”Pasarnya harus dibuat berbeda, bukan pendaki tetapi wisatwan yang ingin melihat,” katanya. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Proyek Pembangunan Dermaga Senggigi Tak Jelas

Dermaga Senggigi berpotensi mangkrak lebih lama. Meski Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Barat (Lobar) tetap mengupayakan kelanjutan pembangunannya. ”Mau tidak mau harus kita lanjutkan. Itu kewajiban kita,” kata Kadishub Lobar HM Najib.

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks