alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Bandar Ekstasi Tak Kapok Masuk Bui

MATARAM-Terduga pengedar pil ekstasi berinisial WS, 50 tahun, ditangkap Subdit I Ditresnarkoba Polda NTB. Pelaku diketahui kerap menjual ekstasi di sejumlah kafe di wilayah Kota Mataram dan Lombok Barat (Lobar).

WS tertangkap saat menjajakan lima butir ekstasi di Kafe JE, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Sebelum tertangkap, pelaku sempat membuang barang bukti di areal parkir kafe.

”Pas dibuang, sekuriti kafe melihat perbuatan pelaku. Ekstasi dibungkus WS menggunakan kertas alumunium foil,” kata Kasubdit I Ditresnarkoba Polda NTB AKBP Sumaedi, kemarin (28/2).

Sumaedi mengatakan, barang haram tersebut diperoleh pelaku dari seseorang berinisial UD asal Lombok Timur (Lotim). Lima butir ekstasi dibeli seharga Rp 1,5 juta. WS rencananya akan menjual kembali ekstasi ke sejumlah kafe.

”Satu butirnya dijual pelaku seharga Rp 400 ribu hingga Rp 450 ribu,” ujarnya.

WS merupakan target operasi (TO) tim Subdit I Ditresnarkoba Polda NTB. Pelaku sudah dua kali masuk penjara di kasus yang sama. Sumaedi mengatakan, WS juga beberapa kali tertangkap namun kembali dilepas karena tidak adanya barang bukti.

”Wilayah jual ekstasi pelaku biasanya di tempat karaoke dan kafe di Senggigi dan Mataram,” terang Sumaedi.

Penangkapan terhadap pelaku tindak pidana narkotika juga dilakukan tim Subdit II Ditresnarkoba. Pelaku yang tertangkap berinisial MD, 38 tahun asal Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.

Kasubdit II Ditresnarkoba Polda NTB AKBP Komang Satra mengatakan, pelaku ditangkap di kediamannya. Polisi mendapati barang bukti sebanyak 12 poket berisi kristal bening diduga sabu yang siap edar.

”Sabu kita temukan di kamar, di dalam tas kecil milik anaknya,” kata Satra.

MD diduga kuat sebagai pengedar narkotika jenis sabu. Transaksi barang haram kerap dilakukan di rumahnya. Satu poket sabu dengan berat 0,1 gram dijual MD seharga Rp 200 ribu.

Bisnis haram ini dilakukan MD dengan sepengetahuan keluarganya. Satra mengatakan, jika pembeli datang dan tidak mendapati MD di rumahnya, transaksi sabu bisa tetap dilakukan.

”Jadi di poketnya itu sudah ditulis harganya. Kalau pelaku ke luar rumah, yang melayani itu adiknya, kakaknya. Mereka cuma bertugas terima uang dan menyerahkan barang,” beber dia.

Polisi menjerat kedua pelaku dengan Pasal 114 ayat 1, Pasal 112 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya paling singkat selama empat tahun.(dit/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gali Terowongan, Napi Narkoba asal China Kabur dari Lapas Tangerang

KAPOLRES Metro Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Hariyanto mengungkapkan, pihaknya menemukan beberapa barang bukti berupa linggis, pahat, obeng dan lainnya yang digunakan terpidana mati kasus narkoba asal Tiongkok tersebut. Pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang pegawai dan satu orang sipil.

Desa Mantang Masuk Nominasi Juara Lomba Kampung Sehat

Desa Mantang menjadi salah satu desa yang masuk nominasi juara pada Lomba Kampung Sehat di Lombok Tengah. Total ada 10 desa terbaik dari 139 desa dan kelurahan yang mengikuti lomba dari Gumi Tatas Tuhu Trasna.

Jasa Raharja NTB turut Berpartisipasi Meriahkan Hut Lantas Ke-65

Sebagai bentuk koordinasi dan memperkokoh sinergi Kepala Cabang Jasa Raharja (JR) NTB bersama jajaran, Selasa (22/9) turut serta memeriahkan puncak HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-65.

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks