alexametrics
Senin, 24 Januari 2022
Senin, 24 Januari 2022

Fix, Balapan MXGP Digelar Juni 2022 di KEK Mandalika, Ini Alasannya!

MATARAM-Federation Internationale de Motocyclisme (FIM) telah merilis jadwal Motocross Grand Prix (MXGP) untuk musim balap 2022. Dalam laman resmi MXGP, Indonesia dijadwalkan menggelar dua seri balapan di Juni dan Juli.

Gubernur NTB H Zulkieflimansyah mengatakan, lokasi balapan MXGP rencananya berada di areal Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. ”Karena nanti di KEK itu ada banyak kemudahan yang diberikan,” kata Zul, Selasa (30/11).

Zul menyebut, mulanya ia berencana menggelar MXGP di Pulau Moyo, Sumbawa. Alternatif kedua berada di kawasan Taman Nasional Gunung Tambora. Alasannya, landscape dan kontur wilayah sudah cocok sebagai lokasi balapan motocross.

”Jadi tidak perlu bikin sirkuit lagi dari awal. Juga supaya adil, ada di Lombok, ada juga di Pulau Sumbawa,” tuturnya.

Hanya saja, rencana tersebut tidak bisa terealisasi. Setelah dilakukan kajian, logistik tim yang mengikuti MXGP ternyata lebih banyak dan besar dibandingkan balapan World Superbike (WSBK). Sehingga membutuhkan aksesibilitas dan infrastruktur yang mumpuni, salah satunya bandara.

Untuk Pulau Sumbawa, terdapat dua bandara. Yakni, Bandara Sultan Muhammad Salahuddin di Kabupaten Bima dan Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin di Kabupaten Sumbawa. Logistik MXGP harus diangkut menggunakan pesawat jenis Boeing 777. Jenis pesawat ini dipastikan tidak bisa mendarat di kedua bandara di Bima maupun Sumbawa.

Sementara di Pulau Lombok, Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) memiliki fasilitas runway yang bisa didarati pesawat Boeing 777. Seperti saat pengantaran logistik WSBK, beberapa waktu lalu.

Dengan kondisi tersebut, gubernur menyebut MXGP tidak bisa digelar di Pulau Sumbawa. ”Kendalanya di sana, soal logistik. Sehingga hampir pasti MXGP ini digelar di Pulau Lombok,” ujarnya.

Kepastian lainnya, lanjut Zul, venue balapan MXGP akan dilaksanakan di KEK Mandalika. Dengan alasan ada banyak fasilitas dan kemudahan yang akan diberikan pemerintah untuk mendukung event motocross kelas dunia ini.

”Misalnya soal bea cukai. Saat WSBK kemarin kan ada kemudahan juga mengenai pajak di bea cukai ini. Jadi kemewahan KEK itu yang jadi penarik,” sebut gubernur.

Zul mengatakan, MXGP rencananya digelar pada 29 Juni. Untuk memastikan event tersebut terselenggara, kemarin gubernur berangkat ke Jakarta untuk menemui pejabat Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).

”Apakah nanti ITDC yang jadi panitianya atau gimana, itu yang kita pastikan nanti,” katanya.

Aksesibilitas dan infrastruktur menjadi salah satu syarat agar NTB bisa menjadi tuan rumah balapan internasional. Salah satunya bandara, sebagai pintu masuk kedatangan penumpang maupun logistik dari tim balap.

Stakeholder Relations Manager PT AP I BIZAM Arif Haryanto menyebut, pihaknya telah melakukan pembenahan besar-besaran BIZAM, untuk menyambut gelaran internasional di NTB. Dimulai dari diperluasnya terminal penumpang.

“Jika semula terminal penumpang bandara hanya mampu menampung 3,5 juta penumpang setahun, kini setelah perluasan, daya tampung meningkat menjadi 7 juta penumpang setahun,” bebernya.

Begitu juga apron bandara. Diperluas pula untuk bisa melayani 16 pesawat. Dengan rincian 10 pesawat narrow body dan 6 pesawat berbadan lebar atau wide body.

Sementara runway diperpanjang menjadi 3,3 kilomter dari sebelumnya 2,750 kilometer. Dengan panjang runway saat ini, maka Bandara Internasional Lombok sudah mampu mendukung operasional pesawat berbadan lebar sekelas Boeing 777.

Pesawat berbadan lebar itu akan banyak wara-wiri pada penyelenggaraan WSBK maupun MotoGP Mandalika pada Maret tahun depan. “Kami sudah siapkan semua fasilitas untuk kedatangan penumpang dan pembalap,” tandasnya. (dit/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks