alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Berkas Kurniadi Cs Dilimpahkan Hari Ini

MATARAM-Dua tersangka dugaan gratifikasi kasus penyalahgunaan izin tinggal Warga Negara Asing (WNA), Kurniadie dan Yusriansyah Fazrin segera disidangkan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengalihkan penahanan mereka ke Mataram, kemarin (1/10).

Kurniadie dan Yusriansyah tiba di Rumah Tahanan (Rutan) Polda NTB sekitar pukul 15.30 Wita. Mereka diangkut menggunakan mobil tahanan Kejati NTB. Keduanya mengenakan rompi oranye dengan tangan diborgol.

Mereka ditahan secara terpisah. Kurniadie ditahan di  Rutan Polda NTB. Saat turun, mantan kepala imigrasi mataram itu disambut penasihat hukumnya, Imam Sofian.

Sementara Yusriansyah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mataram. Yusriansyah langsung didata pihak Lapas.

Penuntut Umum KPK Wayan Riana mengatakan, pihaknya terbang dari Jakarta sekita pukul 12.00 Wib. ”Satu tersangka dijaga dua petugas,” ujarnya.

Mereka juga tetap menggunakan rompi oranye selama perjalanan.  Serta, tangan mereka diborgol. ”Memang seperti itu SOP kami,” kata dia.

 KPK sengaja melakukan penahanan secara terpisah agar tidak saling mengintervensi. Karena mereka terjerat kasus yang sama. ”Kita ketahui, pada saat persidangan kan mereka memberikan keterangan. Jangan sampai mereka saling mempengaruhi saat memberikan keterangan,” ujarnya.

Berkas perkara Kurniadie dan Yusriansyah sudah lengkap. Tinggal dilimpahkan ke pengadilan. ”Rencananya sih besok (2/10) kita limpahkan ke pengadilan berkas perkaranya,” bebernya.

Jika sudah putus nanti, mereka berhak mengajukan pemindahan penahanan.  Tetapi, itu tergantung pada keputusan pihak terkait. ”Kalau mereka mau menjalankan pidana penjaranya di daerahnya bisa saja. Tetapi, tergantung nanti seperti apa tindaklanjutnya dari pihak terkait,” kata dia.

Diketahui, Kurniadie disangka menerima suap sebesar Rp1,2 miliar dari Direktur PT Wisata Bahagia Indonesia (WBI) Liliana Hidayat. Perantaranya mantan Kasi Inteldakim Imigrasi Mataram Yusriansyah Fazrin yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Pada persidangan tersangka Liliana terungkap, suap dilakukan penghentian penyidikan kasus dugaan penyalahgunaan izin tinggal dua wna, Manikam Katheerasan asal Singapura dan Geoffrey William Bower dari Australia.  (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Jasa Raharja NTB turut Berpartisipasi Meriahkan Hut Lantas Ke-65

Sebagai bentuk koordinasi dan memperkokoh sinergi Kepala Cabang Jasa Raharja (JR) NTB bersama jajaran, Selasa (22/9) turut serta memeriahkan puncak HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-65.

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks