alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Pekan Depan Kurniadie Cs Diadili

MATARAM—Komisi Pemberantasan Korupsi telah merampungkan berkas dua tersangka gratifikasi kasus penyalahgunaan izin tinggal warga negara asing (WNA). Berkas tersangka Kurniadie selaku mantan Kepala Imigrasi Mataram dan Kasi Inteldakim Yusriansyah Fazrin itu dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor, kemarin (2/10).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK tiba di PN Mataram pukul 09.30 Wita. Mereka membawa sebendel berkas. Selanjutnya, melakukan registrasi perkara di PN Mataram.

JPU KPK I Wayan Riana mengatakan, perkara Kurniadie dan Yusri sudah teregister. Tinggal menunggu jadwal persidangan. ”Biasanya, setelah mendaftar, satu minggu baru dilakukan sidang perdana,” kata Riana.

Dakwaan terhadap dua terdakwa itu sudah disiapkan. Tak hanya itu, salinan rekaman percakapan telepon. “Nanti di persidangan akan kita ungkap,” ujarnya.

Juru Bicara PN Tipikor Mataram Fathur Rauzi mengatakan, pihak PN sudah meregister perkara atas nama Kurniadie dan Yusri. Terkait perkaranya bisa diakses melalui website PN Mataram.  “Sidang perdana sudah ditetapkan. Digelar pada Rabu minggu depan,” kata pri yang karib disapa Ozi itu.

PN Tipikor Mataram juga telah menunjuk majelis hakim untuk menyidangkan dua perkara tersebut. Ketua majelis Isnurul Syamsul Arif serta hakim anggota Fathurrauzi dan Abadi.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan penahanan dua terdakwa. Kurniadie ditahan di Rutan Polda NTB dan Yusri di Lapas Mataram. ”Majelis hakim nanti meneruskan penahanan terhadap para terdakwa sesuai dengan permintaan JPU KPK,” ungkapnya.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol H Purnama mengatakan, Dittahti Polda sudah menerimaa penahanan terhadap tahanan KPK atas nama Kurniadie. Dia menegaskan tidak ada perlakuan khusus. “Yang bersangkutan dititip di rutan Polda NTB untuk selama menjalani sidang tindak pidana korupsi. Dia ditempatkan di sel No 07 Blok C,” kata dia singkat.

Terpisah, Kalapas Mataram Tri Saptono Sambudji mengatakan, terdakwa Yusriansyah Fajrin sudah masuk ke Lapas Mataram, Selasa (1/10) lalu. Yusri  akan menjalani orientasi selama satu pekan.

Selama di Lapas, Yusri tidak mendapatkan perlakukan khusus. Meskipun, sebelumnya dia merupakan ASN di Kanwil Kemenkumham NTB. “Iya sudah kita terima (Yusri). Tahanan titipan KPK,” kata Saptono.

Diketahui,  Kurniadie dan Yusri tertangkap OTT KPK. Diduga, dua pejabat di Imigrasi Kelas IA Mataram itu menerima suap dari Direktur PT Wisata Bahagia Indonesia, Liliana Hidayat.

Jumlah uang suap Rp 1,2 miliar. Suap itu diterima untuk penghentian penyidikan kasus penyalahgunaan izin tinggal dua WNA. Yakni,  WNA Singapura Manikam Katherasan dan WNA Australia Geoffrey William Bower. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Simulasi Pembukaan Sekolah di NTB, Kerumunan Siswa Masih Terjadi

”Kalau di dalam lingkungan sekolah, semuanya tertib, tetapi pada saat pulang, masih ada kita temukan (kerumunan) meski tidak terlalu banyak ya,” ujarnya.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks