alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Awal Pengungkapan Sekandal Rutan Polda

Tim Reskrim Polres Lombok Utara (Lotara) berhasil meringkus Dorfin Felix, tahanan yang kabur dari Rutan Polda NTB. Penangkapan terhadap Dorfin, menjadi akhir pelarian pria yang merupakan kurir narkoba internasional tersebut. Di sisi lain, ini menjadi awal untuk mengungkap  permainan di Rutan Polda NTB.

== == == ===

Jumat (1/2) malam, udara dingin menyelimuti Pusuk Pass, rest area yang berada di perbatasan antara Kabupaten Lombok Barat (Lobar) dan Lombok Utara (Lotara). Suasana Pusuk Pass sepi. Hanya terlihat beberapa pengendara yang melindas.

Meski dingin, dua tiga warung kopi masih bertahan. Melayani beberapa warga yang mampir untuk sekadar menghilangkan kantuk dan lelah selama perjalanan.

Waktu sudah menunjukkan pukul 22.15 Wita, saat Inaq Sai berbisik pelan dengan bahasa Sasak. ”No iye Pak,” kata Sai pelan dan sedikit rasa takut. Sepersekian detik setelah itu, perempuan tersebut menunjuk sesosok pria yang baru saja keluar dari gelapnya hutan Pusuk.

Yang ditunjuk pemilik warung kopi ternyata Dorfin Felix. Pria yang jadi buruan seluruh anggota Reskrim dan Intelijen kepolisian nyaris selama dua pekan, usai kabur dari Rutan Polda NTB.

Bripka Mirsandi, anggota Reskrim Polres Lotara yang ditugaskan untuk memantau di wilayah tersebut, langsung bersiaga. Tak butuh waktu lama bagi Mirsandi untuk memastikan bahwa pria tersebut merupakan Dorfin Felix.

Mirsandi berlari ke arah Dorfin dan langsung meringkusnya. Setelah mengamankan Dorfin, Mirsandi menghubungi dua tim, yang diketahui berjaga di Hutan Bentek dan beberapa titik lain di sekitar Pusuk Pass.

Polisi dengan mudah menangkap Dorfin. Kondisinya saat tertangkap benar-benar payah. Tak bertenaga. Ketika terlihat keluar dari wilayah Hutan Pusuk, Dorfin bahkan berjalan dengan sempoyongan selayaknya orang yang kelaparan.

Di tengah kondisi seperti itu, Dorfin masih berusaha menyuap petugas kepolisian. Uang  Rp 6 juta ditawarkan kepada anggota polisi yang meringkusnya. Tindakan Dorfin ditolak mentah-mentah. Dorfin frustasi dan meminta anggota untuk menembaknya saja.

Kapolres Lombok Utara AKBP Herman Suriyono mengatakan, di sekitar wilayah Gunung Pusuk, telah bersiaga tiga tim dari Satreskrim Polres Lotara. Mereka memantau pergerakan Dorfin yang dicurigai bersembunyi di Hutan Pusuk.

”Reskrim turun semua. Kita bagi tim menjadi tiga dan bersiaga di sejumlah titik,” kata dia.

Setelah menangkap Dorfin, tim Reskrim Polres Lotara membawa tersangka ke Polda NTB. Dorfin menjalani pemeriksaan pertama di Ruang Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda NTB hingga sekitar 02.00 Wita Sabtu (2/2).

Usai pemeriksaan, dengan kawalan ketat petugas, Dorfin dibawa menuju Rutan Polda NTB. Kali ini, tak ada keistimewaan bagi pria asal Prancis tersebut. Dorfin dimasukkan ke sel tahanan di lantai satu. Bersama dengan tahanan lainnya.

”Di lantai satu (ditahan),” kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Komang Suartana.

Suartana mengatakan, usai ditangkap, Dorfin masih harus menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) dan Bidang Propam. Pemeriksaan ini terkait dengan sejumlah masalah yang ditinggalkan Dorfin setelah kabur dari Rutan Polda NTB.

”Di krimsus (pemeriksaan). Untuk di narkoba (Ditresnarkoba) sudah selesai, tinggal tahap dua saja itu,” terang Suartana.

Keterangan Dorfin diharapkan bisa mengungkap bagaimana dirinya bisa keluar dari Rutan. Termasuk, iming-iming apa yang dijanjikan kepada oknum polisi sehingga bisa mendapat keistimewaan selama berada di Rutan Polda NTB.

Mengenai dugaan gratifikasi kepada TU, sejauh ini penyidik baru menemukan adanya kiriman uang kepada rekening pribadi TU melalui western union. Pengirimnya adalah keluarga Dorfin Felix. Dikirim sebanyak dua kali, masing-masing Rp 7 juta dan Rp 7,5 juta.

Irwasda Polda NTB Kombes Pol Agus Salim menyebut, uang tersebut bukan terkait dugaan gratifikasi yang diterima TU. Tetapi, untuk kebutuhan Dorfin selama berada di Rutan Polda NTB.

Uang tersebut dipergunakan TU guna memenuhi kebutuhan Dorfin selama berada di Rutan Polda NTB. TU diketahui membeli handphone dan televisi yang diberikan kepada pria asal Prancis tersebut.

Sementara itu, cara Dorfin untuk lolos dari penjagaan di Rutan Polda NTB masih menjadi teka-teki. Belum diketahui apakah penyelundup narkoba senilai lebih dari Rp 3 miliar tersebut keluar melalui pintu utama atau memotong terali di kamarnya.

Jika Dorfin kabur melalui pintu utama, hasil rekaman CCTV tak menunjukkan hal tersebut. Irwasda Polda NTB Kombes Pol Agus Salim mengatakan, tim pemeriksa telah melihat rekaman CCTV, memastikan apakah ada lompatan waktu untuk mengelabui petugas.

”Tapi tidak ada (lompatan waktu). Di CCTV, tidak terlihat Dorfin keluar dari selnya,” kata Salim.

Cara yang kedua, dengan memotong terali, juga terasa ganjil. Terali tidak terpotong seluruhnya. Menurut pengakuan polisi, terali hanya terpotong kecil. Dengan kata lain, ukuran tersebut tak memungkinkan Dorfin untuk keluar. Kain yang tergantung di balik terali, juga cukup pendek.

Selain itu, hasil rekonstruksi juga tidak menemukan sisa potongan terali. Termasuk alat yang digunakan untuk memotong.

”Alat itu yang tidak kita temukan,” ungkap dia.(wahidi akbar sirinawa/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Tertular Korona di Luar Daerah, Bupati Lotim Sempat Drop

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menjadi kepala daerah pertama di NTB yang positif terinfeksi Covid-19. Pemimpin Gumi Patuh Karya dua periode tersebut menjalani uji usap (swab) pada Senin (21/9) di RSUD dr Raden Soedjono Selong.
Enable Notifications    Ok No thanks