alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Polisi Tangkap Maling Kambuhan

MATARAM-Rian, 30 tahun, tak pernah kapok masuk penjara. Tertangkapnya pria asal Kelurahan Dasan Agung, akhir pekan kemarin membuat dia berurusan dengan polisi untuk yang kali kesembilan.

Pelaku kerap beraksi seorang diri. Datang ke TKP dengan menggunakan motor dan mengintai kelengahan korban. Modus ini diulangi pelaku di salah satu kos, Lingkungan Seruni, Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

Rian masuk ke kos korban melalui pintu yang tidak terkunci. Saat itu, korban tengah tertidur dan tidak mengetahui Rian masuk dan mengambil satu unit iPhone 5S. ”Barang korban ditaruh di atas meja. (Korban) Tidak tahu kalau pelaku masuk,” kata Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam, kemarin.

Alam mengatakan, pelaku sudah dua kali mencuri di TKP yang sama. Dengan menggunakan modus serupa, Rian berhasil lolos di pencurian yang pertama. Tetapi, tidak demikian dengan pencurian yang kedua.

Setelah mengambil iPhone dan ke luar kamar, penghuni kos lain melihat pelaku dan menghubungi tim Resmob 701 Satreskrim Mataram. Belum sempat kabur menggunakan motornya, polisi lebih dulu menangkap pelaku.

”Anak kos lain melihat gerak gerik mencurigakan pelaku dan langsung menghubungi anggota. Pencurian yang pertama hanya berselang seminggu,” jelas Kapolres.

Ketika digeledah di TKP, petugas menemukan iPhone 5S hasil curian. Rian menyembunyikan barang curiannya di saku celana. Selain itu, polisi juga mengamankan motor yang digunakan pelaku untuk mencuri.

Alam mengatakan, catatan kejahatan Rian sudah cukup panjang. Rekam jejak kejahatannya bahkan sudah dimulai ketika Rian masih berusia anak. Total, sudah sembilan kali Rian tertangkap dan masuk bui. Dengan pencurian handphone kemarin, Rian kini harus masuk kembali ke penjara.

”Residivis kambuhan dia ini. Sudah sering melakukan curanmor dan curat,” tandas Alam.(dit/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

BioSolar Non Subsidi, Solusi Kebutuhan Masyarakat Sumbawa

”Supaya mempermudah pelanggan membedakan jenis produk BBM yang dibeli,” terang Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji melalui rilis yang diterima Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Banyak Manfaat, Petani di Mataram Justru Enggan Terima Kartu Tani

”Ketika daftar, dia berada di titik lahan A dengan luas sekian. Namun, ketika kartu ini keluar, dia sudah mutasi nyewa lahan lain dengan luas berbeda,” jelasnya, Selasa (29/9/2020).

Bisnis Hidroponik, Bantu Perekonomian Warga Kota saat Pandemi

”Mereka bisa jual sendiri, atau bisa juga bermitra dengan kami. Soal pasar, kami yang carikan,” katanya kepada Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Dilantik Lusa, Kontribusi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Dinanti

"Kita mengambil tema meneguhkan semangat kepemudaan untuk Kota Mataram maju dan religius," kata Ketua PDPM Kota Mataram Iskandar.

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks