alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Dorfin Bobol Tembok Lapas, Berupaya Kabur dari Lapas Mataram

MATARAM–Penyelundup narkoba Dorfin Felix berulah lagi. Ia kembali berupaya melarikan diri. Kali ini, dia membobol tembok sel Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mataram.

Sebelumnya, bule asal Perancis itu pernah kabur di Rumah Tahanan (Rutan) Polda NTB. Dia membobol terali besi dan kabur menuju Hutan Pusuk. Syukur, Dorfin ditemukan.

Kalapas Kelas IIA Mataram Tri Saptono Sambudji mengatakan, aksi Dorfin diketahui petugas Lapas Minggu (29/9) lalu. Sekitar pukul 18.30 Wita. “Biasa kalau jam segitu, petugas mengecek setiap blok warga binaan,” kata Saptono, kemarin (3/10).

Saat itu, petugas mendengar suara yang tidak wajar di areal sel dua. Tim langsung turun mengecek arah suara. Ternyata, suara itu berasal dari kamar sel Dorfin. ”Petugas melihat, Dorfin sedang mengiris tembok,” bebernya.

Sebenarnya, Dorfin tinggal kabur saja. Karena, bolongan tembok itu sudah cukup untuk meloloskan badannya untuk keluar dari Lapas. “Temboknya itu sudah jebol,” ujarnya.

Tim langsung menangkapnya. Selanjutnya, memeriksa Dorfin. ”Kita sudah periksa Dorfin,” jelasnya.

Dorfin mengaku, dia menjebol tembok itu menggunakan besi. Benda itu dia dapatkan dari patahan pipa selokan. Selanjutnya, alat pemukulnya itu dibungkus menggunakan kain. ”Agar tidak menghasilkan suara,” bebernya.

Dia mengikis tembok menggunakan besi itu sudah cukup lama.  Dia melakukannya sendiri. ”Dorfin mengaku sudah sebulan melakukan aksinya,” jelasnya.

Atas kejadian tersebut, sel Dorfin dipindahkan. Langkah itu dilakukan guna menghindari upaya Dorfin untuk kabur. ”Sebelumnya dia menghuni Sel 1, sekarang kita pindahkan ke sel 2,” ungkapnya.

Menurutnya, Dorfin merupakan tahanan profesional untuk kabur. Dia memiliki banyak cara untuk bisa melarikan diri. ”Makanya saya bilang, Dorfin ini masuk kategori tahanan high risk (berisiko tinggi),” jelasnya.

Saptono mengatakan, dengan kejadian tersebut seharusnya Dorfin harus ditahan di Lapas yang maksimum security. Agar pengawasannya lebih ketat. ”Takutnya, nanti dia bisa lepas,” ujarnya.

Pihak Lapas mengupayakan untuk memindahkannya ke Lapas Nusakambangan. Hanya saja, harus menunggu putusan inkrah dari pengadilan. ”Saat ini, kan masih proses kasasi. Sehingga, harus menunggu putusan inkrahnya,” bebernya.

Nanti prosesnya, dengan kejadian ini menjadi dasar untuk mengajukan pemindahan Dorfin ke Lapas yang maksimum security ke Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham. ”Kalau sudah inkrah, baru kita proses pemindahannya,” ungkapnya.

Belajar dari pengalaman sebelumnya,  pengawasan terhadap Dorfin harus diperketat. “Jangan sampai terulang kembali,” ungkapnya.

Bukan hanya penjagaan ketat yang diberikan. Petugas juga nanti akan melakukan pendekatan ke Dorfin. Agar, lebih tenang di Lapas. ”Kita takutnya, karena telalu stres, nanti Dorfin bisa bunuh diri dan lain sebagainya. Itu yang kita hindari,” pungkasnya. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Gowes di Jalan Raya Kini Tak Bisa Lagi Serampangan, Ini Aturannya

Belakangan tren bersepeda marak. Agar tertib, maka Kementerian Perhubungan mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 59 Tahun 2020 Tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan pada 14 Agustus lalu. Kemenhub rutin untuk melakukan sosialisasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks