alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Dorfin Tolak Isi Dakwaan

MATARAM-Terdakwa  Dorfin Felix menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Mataram, kemarin (4/3). Di sidang pertamanya, Dorfin terlihat beberapa kali mengajukan keberatan. Salah satunya, menolak penerjemah menjelaskan isi dakwaan dalam bahasa Inggris.

Dakwaan yang dibacakan JPU Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB Ginung Pratidina mengatakan, terdakwa membawa narkoba dengan berat kotor 3.194,57 gram. Rinciannya, 9 bungkus besar kristal cokelat diduga narkotika jenis MDMA; satu bungkus besar serbuk kuning diduga narkoba jenis amphetamine.

Ada juga satu bungkus besar serbuk putih diduga narkotika jenis ketamine; satu bungkus berisi pil diduga MDMA sebanyak 828 butir; dan satu bungkus pil cokelat berlogo tengkorak jenis MDMA sebanyak 22 butir.

”Narkoba dibawa langsung terdakwa dari Prancis dan disimpan di dalam koper,” kata Ginung, kemarin.

Dalam dakwaan jaksa, koper tersebut diberikan seseorang yang tak dikenal Dorfin di Prancis. Orang tersebut meminta tolong agar Dorfin membawa koper ke Lombok. Dorfin sendiri mengaku tidak mengetahui apa isi koper itu.

Meski tidak tahu koper berisi narkoba, Dorfin tetap membawa koper menuju Lombok. Dia terbang dari Lyon, Prancis menuju Frankfurt, Jerman. Dari Jerman, terdakwa berangkat menuju Bandara Changi, Singapura.

”Terdakwa tidak mengenal orang yang memberi koper. Dia hanya diberikan upah 5000 Euro untuk membawa koper berisi narkoba ke Lombok setelah transit di Singapura,” terang dia.

Ketika tiba di Lombok, petugas otoritas bandara ZAM, Lombok Tengah (Loteng) menemukan 3,1 kilogram narkoba di koper. Meski demikian, tes urine Dorfin menunjukkan hasil negatif mengandung zat narkoba.

Jaksa mendakwa Dorfin dengan pasal subsidaritas. Yakni, Pasal 113, Pasal 114, dan Pasal 112 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Usai pembacaan dakwaan, Ketua Majelis Hakim Isnurul Syamsul Arif meminta penerjemah Toni Samsul Hidayat untuk menjelaskan isi dakwaan kepada terdakwa. Namun, Dorfin menolak untuk dijelaskan.

Melalui Toni, Dorfin meminta surat dakwaan diterjemahkan secara detail. Dia tidak ingin kejadian di kantor polisi, terulang saat persidangan. ”Karena saat penyidikan kepolisian, didampingi penerjemah bahasa Inggris yang kurang baik,” terang Toni.

Dorfin juga meminta adanya penerjemah yang bisa Bahasa Prancis. Langsung dari kedutaan.

Meski menolak menerjemahkan isi dakwaan, penasihat hukum Dorfin memutuskan untuk mengajukan eksepsi terhadap dakwaan jaksa. ”Kita minta eksepsi yang mulia,” kata dia.(dit/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks