alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

NTB Care Jangan Setengah-setengah!

MATARAM-Program NTB Care diapresiasi Ombudsman NTB. Hanya saja program itu harus  benar-benar dikelola lebih serius, tidak setengah-setengah. Dukungan sumber daya manusia (SDM) dan anggaran wajib diperkuat.

Hal itu diungkapkan Kepala Ombudsman RI perwakilan NTB Adhar Hakim saat menerima Gubernur NTB H Zulkieflimansyah di kantornya, kemarin (4/2). Dalam pertemuan itu, mereka banyak membicarakan tentang upaya meningkatkan pelayanan publik di NTB.

Adhar mengatakan, ide gubernur menggelar pertemuan setiap Jumat sangat penting untuk membuka ruang bagi publik dalam memberikan masukan untuk pembangunan. “Kegiatan itu bagus agar masyarakat tidak takut pada pemimpinnya,” katanya.

Ditambah dengan NTB Care sebagai sebuah kanal pengaduan. Keduanya perlu menjadi satu kesatuan dalam menyelesaikan setiap kelurahan warga.

Menurutnya, NTB Care harus dikelola dengan konsep-konsep mekanisme penyelesaian laporan. Setiap aduan yang masuk harus mampu dipilah, mana aduan yang menjadi kewenangan provinsi dan kabupaten/kota. Dengan demikian setiap pengaduan bisa diselesaikan dengan cepat. Sebab bila tidak cepat ditindaklanjuti, justru akan jadi masalah dan menghilangkan kepercayaan masyarakat. “Publik akan frustasi kalau aduannya tidak ditindaklanjuti,” katanya.

Dalam penyesalan aduan, pemprov berperan sebagai koordinator bagi pemerintah kabupaten/kota. Setiap aduan didistribusikan untuk diselesaikan secara cepat dan tepat. Karenanya, pemprov harus memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan daerah.

Sistem NTB Care juga harus terbuka agar publik tahu di mana letak leletnya bila laporan tidak ditindaklanjuti. “Kalau penyelesaian berlarut-larut  itu bisa masuk maladministras,” katanya.

Adhar yakin syarat tata kelola daerah yang modern ditandai dengan partisipasi publik yang tinggi. Bila sungguh-sungguh, NTB Care akan menjadi program yang menggerakkan pemda se-NTB. Tapi program itu bisa berkembang bila didukung SDM dan anggaran memadai. “Saat ini masih sangat minim,” katanya.

Ombudsman juga mendorong kabupaten/kota mengikuti ide-ide bagus provinsi. Kalau kabupaten/kota tidak cepat mengubah diri, mereka akan tertinggal masyarakat. Sebab dari pelayanan yang diberikan warga bisa menilai kinerja pemerintahnya. “Publik akan menilai apakah gubernur bekerja atau tidak,” katanya.

Dalam pertemuan dengan gubernur,  Adhar juga mengungkapkan, rata-rata akses masyarakat ke Ombudsman mencapai 500 setiap tahun. Baik yang datang berkonsultasi bertanya dan 250 di antaranya melaporkan keluhan atas pelayanan. “Dari semua laporan 60 persen aduan selesai,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah mengapresiasi Ombudsman yang bekerja dalam diam. Artinya, Ombudsman tidak bekerja dengan membuat kegaduhan namun terus berusaha memperbaiki sektor pelayanan publik di NTB.

Pemprov ingin terus berisinergi dengan Ombudsman untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik. Termasuk menambah SDM dan anggaran untuk NTB Care. “Masukan-masukan dari Ombudsman akan menjadi bagian dari upaya kita membenahi sektor pelayanan ini,” katanya.

Zul mengaku akan mempersiapkan NTB Care lebih baik lagi. Sehingga program itu bisa efektif sesuai tujuan awal. Termasuk saran untuk menambah SDM dan dana operasionalnya. (ili/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Jasa Raharja NTB turut Berpartisipasi Meriahkan Hut Lantas Ke-65

Sebagai bentuk koordinasi dan memperkokoh sinergi Kepala Cabang Jasa Raharja (JR) NTB bersama jajaran, Selasa (22/9) turut serta memeriahkan puncak HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-65.

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks