alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Bertaruh Nyawa di Lubang PETI

Kemilau emas membuat banyak orang lupa segalanya. Tak sedikit yang bertaruh nyawa di lubang Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang tersebar di wilayah Lombok dan Sumbawa.

……………

Dari kejauhan, nampak puluhan tenda terpal tersebar mulai dari pingir pantai, lereng hingga puncak bukit di kawasan Teluk Mekaki, Sekotong, Lobar.

Pemandangan yang sama terlihat di Bukit Prabu, Lombok Tengah. Dua lokasi yang berdekatan dengan daerah wisata tersebut menjadi kawasan paling diburu penambang ilegal di Pulau Lombok.

Selain dua kawasan tersebut, beberapa wilayah di Pulau Sumbawa juga menjadi incaran pemburu emas ilegal. Misalnya di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Penambang percaya bahwa setiap jengkal tanah di tempat ini mengandung emas.

Di Kecamatan Taliwang, terdapat puluhan ribu hektare lahan yang terdiri atas perbukitan, dipercaya menyimpan emas. Seperti di perbukitan Pakirum.

Lokasi ini dipenuhi ribuan warga yang berburu emas. Mereka tidak saja dari daerah sekitar. Banyak juga datang dari Pulau Lombok, Jawa, Sumatera, bahkan Kalimantan.

Warga yang melakukan aktivitas PETI ini mengabaikan keselamatan. Bahkan, nyawa pun dipertaruhkan hanya untuk bisa menggenggam butiran emas.

Kini, ada ratusan lubang dengan kedalaman ratusan meter di bukit Pakirum. Penambang semakin tak terkendali karena jumlah mereka semakin banyak.

Di Labaong, Brang Rea, Sekongkang, dan Jereweh Sumbawa Barat juga marak penambang. Mereka bahkan mulai menyasar perbukitan Lamunga, Kecamatan Taliwang dan perbukitan Tongo, Sekongkang.

 Lokasi-lokasi ini menjadi surganya penambang. Denyut kehidupan di lokasi ini tak pernah henti. Siang maupun malam. Karena emasnya menggiurkan.

Tahun 2013 misalnya, saat kewenangan sektor pertambangan dipegang pemerintah kabupaten, emas murni yang dihasilkan para penambang diperkirakan 150 kilogram per minggu.

 Tidak heran, ketika ada upaya penertiban, penambang pasang badan. Mereka tak mau meninggalkan tanah emas tersebut. Mereka rela melakukan apa saja asal tidak diusir.

Padahal, hasil yang mereka dapat tidak sebanding dengan risiko yang dihadapi. Kilauan emas itu justru lebih banyak dinikmati para pemodal yang datang membeli emas.

 Menurut para penambang, di beberapa lokasi tambang, emasnya mudah didapat. Baik emas permukaan maupun yang berada di dasar bukit. Mereka membuat lubang seukuran badan. Bermodal senter dan linggis, mereka terus menggali mengikuti urat emas.

Material tersebut kemudian diolah menggunakan gelondongan dan tong. Material diaduk bersama beberapa jenis zat kimia, seperti karbon, putas, air raksa, merkuri, dan jenis zat kimia lainnya.

 Dampak yang ditimbulkan aktivitas PETI ini tidak saja berbahaya bagi penambang. Lingkungan hingga masyarakat sekitar juga terancam. Karena itu, pemerintah turun tangan.

 ***

Gubernur NTB Zulkieflimansyah langsung meninjau lokasi tambang sekaligus merumuskan langkah penertiban. Terutama aktivitas penambangan yang berdekatan dengan daerah wisata.

Gubernur mengatakan, penutupan PETI tidak bisa ekstrem. ”Pelan-pelan, kita juga memikirkan alternatif bagi penambang,” katanya.

Kepala Dinas ESDM NTB H Muhammad Husni mengatakan, luas PETI dan jumlah penambang tidak diketahui. ”Persisnya kami tidak tahu karena tidak pernah mendata mereka,” katanya.

Tetapi dia menegaskan, tidak boleh ada tambang rakyat di daerah wisata. ”Seluruh wilayah Loteng tertutup untuk tambang mineral logam,” katanya.

 Begitu juga dengan lokasi tambang di wilayah Pulau Sumbawa. Menurutnya, bila ingin ada pertambangan rakyat, harus dirumuskan di dalam RTRW. Tapi juga dilihat potensinya. ”Kalau tidak ada potensi percuma,” tandasnya.

Pemprov memberi kesempatan masing-masing daerah mengusulkan wilayah pertambangan rakyat (WPR). ”Permohonan Sumbawa dan KSB sudah kami terima, Lombok Barat masih kami tunggu,” ujarnya.

 Usulan WPR dari kabupaten akan diteruskan gubernur ke Kementerian ESDM. ”Setelah disetujui dikembalikan lagi ke gubernur,” jelasmya.

 WPR yang ditetapkan pusat menjadi dasar gubernur menerbitkan izin pertambangan rakyat (IPR).

 Dengan pola itu, pemerintah lebih mudah melakukan pengawasan. Pertambangan tidak boleh melebihi luas IPR yang diizinkan. ”Tim pengawasan akan kami kerahkan nanti,” tegas dia.

      Lokasi IPR akan dikelola kelompok penambang sehingga lebih tertib. Pemerintah juga membantu pemasaran produk tambang. ”Dari hulu sampai hilir ada campur tangan pemerintah,” ujar Husni.

 Kepala Desa Buwun Mas, Sekotong Rochidi  mengatakan,  penambang emas ilegal di Sekotong mulai berkurang setelah satgas melakukan sosialisasi, penertiban hingga penegakan hukum.

 Mereka yang masih bertahan juga aktivitasnya skala kecil. Mereka hanya menggali lubang kecil untuk mencari emas. “Apalagi penambang sudah mulai takut dilakukan penertiban,” katanya.

 Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lobar Agus Gunawan mengatakan, penambang mulai berkurang karena mereka kesulitas mendapatkan zat kimia untuk memisahkan emas dari bebatuan.

 Kapolres Lobar AKBP Bagus Satrio Wibowo melalui Kasubag Humas Polres Lobar Iptu Ketut Sandiarsa mengatakan, sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat tetap dilakukan.

 “Sekarang kami mengedepankan upaya persuasif sambil mencari solusi bersama Pemda Lobar agar tidak ada lagi aktivitas penambangan liar,” jelasnya. (ili/far/ton/r1)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Lombok Barat Minta Pekerja Hiburan Malam Jalni Rapid Test

Antisipasi penyebaran covid di tempat hiburan malam bisa lebih ketat. DPRD Lombok Barat (Lobar) mengusulkan para pekerja hiburan malam untuk dirapid test. ”Ini juga masuk bagian protokol kesehatan,” kata Ketua DPRD Lobar Hj Nur Hidayah, Jumat (7/8)

Fitch Ratings Indonesia Naikkan Peringkat Bank Bukopin Jadi AA-

Peringkat Nasional Jangka Panjang Bank Bukopin dinaikkan menjadi ‘AA-(idn)’ dari ‘BBB+(idn)’

Mata Air Lombok Utara Hanya Tersisa 77 Titik

Pemerintah KLU mencatat jumlah mata air potensial hanya tersisa 77 titik. Angka potensial itu terdeteksi sangat minim, dibandingkan total 238 mata air yang sebelumnya ada.

NTB Tuan Rumah Festival Ekonomi Syariah 2020

Provinsi NTB terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) atau Festival Ekonomi Syariah Indonesia ke-7 tahun 2020. ”Provinsi NTB sekaligus menjadi koordinator penyelenggaraan festival tahun ini,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam pembukaan ISEF 2020 secara virtual, Jumat (7/8).

Layangan Nyangkut Ganggu Jaringan Listrik Lombok

MATARAM-Akhir-akhir ini layang-layang kerap mengganggu aktivitas warga. Layangan putus banyak nyangkut di jaringan listrik PLN. Akibatnya listrik harus dipadamkan. ”PLN mencatat beberapa kali gangguan listrik yang disebabkan oleh layang layang,” kata Manager PLN UP3 Mataram Dony Noor Gustiarsyah, Jumat (7/8).

Tahun ini NTB Butuh Rp 8,3 Miliar Tangani Kekeringan

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dana penanganan kekeringan tidak pernah sedikit. Tahun ini, BPBD NTB kembali mengusulkan dana hingga Rp 8,3 miliar lebih untuk atasi bencana kekeringan. ”Ini sedang kami usulkan mudahan dananya tersedia,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi, Jumat  (7/8).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.
Enable Notifications.    Ok No thanks