alexametrics
Selasa, 11 Agustus 2020
Selasa, 11 Agustus 2020

Event MotoGP Mandalika Bisa Sedot 200 Ribu Penonton

MATARAM-Event MotoGP diperkirakan menyedot penonton hingga 200 ribu orang. ”Daerah harus benar-benar siap,” kata Humas PT ITDC Gusti Lanang Bratasuta dalam pertemuan dengan DPD RI di kantor gubernur NTB, kemarin (3/12).

                Dengan estimasi penonton sebanyak itu, kapasitas hotel saat ini belum mencukupi. ”Hotel dari Mataram sampai Bima tidak lebih dari 10 ribu,” katanya.

                Ditambah dengan hotel-hotel di Bali pun tidak cukup. Pelaku usaha di Bali akan kesulitan jika tamu di atas 100 ribu orang.  ”Mereka kesulitan untuk transfortasinya,” ujar dia.

                PT ITDC menargetkan, tahun 2021 tersedia 1.200 kamar hotel dengan kebutuhan tenaga kerja 2.500 orang. ”Seluruh pelajar SMK dan poltekpar diluluskan tidak akan mencukupi,” katanya.

                Dengan target pengunjung sebesar itu, dia meminta pemda  proaktif menyambut event tersebut. Rumah-rumah warga bisa disiapkan menjadi penginapan. ”Karena penonton MotoGP ini fanatik,” imbuhnya.

                Dia meminta pemerintah menangkap peluang itu. ”Potensi pertumbuhan ekonomi sangat tinggi,” kata Bratasuta.

                Di sisi lain, dengan penonton sebesar itu, potensi keamanan juga perlu diantisipasi. ”Kalau tidak ditangani dengan baik bisa menjadi masalah sosial,” serunya.

                Wakil Ketua Komite I DPD RI Abdul Kholik mengatakan, event MotoGP bukan hanya urusan pemda di NTB, tapi pemerintah Indonesia. ”Masukan dari daerah akan jadi bahan kita ke pusat,” katanya.

                Dia akan meminta pemerintah pusat memberikan dukungan penuh supaya event balap dunia itu sukses. ”Ini akan kami bicarakan di tingkat pusat nanti,” ujarnya. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kapal Tenggelam di Tarakan, Satu Polisi Asal Lombok Tengah Meninggal

Kabar duka datang dari Ditpolairud Polda NTB. Satu anggotanya yang sedang bawah kendali operasi (BKO) di Ditpolairud Polda Kalimantan Utara (Kaltara) meninggal dunia.

Penjualan Mobil Toyota di NTB Masih Stagnan, Avanza Paling Diminati

”Dibanding saat kondisi normal, penjualan mobil baru pulih di angka 40-50 persennya saja. Kondisi ini bisa dibilang masih jauh dari situasi penjualan saat normal dulu,” kata Kepala Cabang Krida Toyota NTB Samsuri Prawiro Hakki, kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Data Kemiskinan NTB Belepotan, Verifikasi dan Validasi Sangat Lambat

Verifikasi dan validasi data kemiskinan atau data terpadu kesejahteraan sosial (DTSK) di NTB rupanya masih lambat. Hingga kemarin, baru lima daerah yang melaporkan hasil verifikasi dan validasi DTSK tersebut. Dari lima daerah itu, progres tiga daerah belum sampai 50 persen.

Kurikulum Darurat, Materi Belajar Siswa Dipangkas Hingga 70 Persen

LAMA DINANTI, Kurikulum darurat secara resmi telah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pada kurikulum ini, banyak materi yang dipangkas bahkan lebih dari separo.

Lale Sileng, Figur Pemimpin Perempuan Kaya Pengalaman Birokrasi

Kenyang pengalaman di dunia birokrasi, Hj Lale Prayatni punya modal mumpuni untuk memimpin daerah. Urusan mengelola birokrasi, anggaran, hingga perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sudah lekat dengan kesehariannya. ”Sudah khatam saya soal itu,” kata Prayatni.

Harga Emas Naik, Aktivitas Pegadaian di Mataram Ikut Melonjak

Kondisi ini membuat jumlah penggadai yang mendatangi PT Pegadaian (Persero) terus bertambah. ”Dalam sehari, cabang atau unit besar yang ada di Mataram, biasa melayani lebih dari 50 orang nasabah. Kalau unit kecil sekitar 30-40 saja,” kata Suciati Triastuti, Asisten Manager Pegadaian Kota Mataram kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks