alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Bertaruh Nyawa Para Penjaga Daya

Mereka dicaci, tapi selalu dicari. Sumpah serapah kerap menggema di telinga. Tapi di kala listrik menyala, orang-orang lupa keberadaan mereka. Padahal pasukan ini bekerja bertaruh nyawa.

——————

Bising kendaraan di Jalan Catur Warga menyertai terik matahari siang itu. Dua pria berpakaian oranye bergelantungan di tiang listrik. Tanpa ragu mereka mengulik-ulik jaringan listrik bertegangan 20 ribu volt atau 20 kV.

”Kalau kesetrum bisa luka bakar, kalau lama ya mati, minimal cacat,” kata Kurniawan, kepala Regu Pasukan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) UP3 Mataram.

Hari itu mereka sedang memelihara kabel jaringan yang baru dipasang mitra PLN. ”Setelah dipasang kami memastikan dia menyala,” katanya.    

Regu ini kerap dijuluki pasukan elite PLN. Mereka bekerja tanpa melakukan pemadaman. Hampir setiap hari berhadapan dengan jaringan bertegangan tinggi. Jika salah sedikit nyawa taruhannya. ”Untungnya selama ini tidak ada kecelakaan seperti itu,” ujarnya.

Rasa takut, kata Kurniawan pasti ada. Tapi tugas negara harus tetap dijalankan. ”Kami sangat hati-hati dan menggunakan SOP ketat,” katanya.

Pemeliharaan yang mereka lakukan bukan karena ada gangguan jaringan. Tapi bersifat preventif untuk mencegah pemadaman. Dengan kata lain, mereka menjaga supaya listrik tetap menyala. ”Ibarat sepeda motor, olinya rutin diganti,” jelas pria asal Lombok Barat itu.

Tanpa ada tim ini, setiap pemeliharaan, PLN harus melakukan pemadaman jaringan. ”Keberadaan PDKB ini membuat listrik tetap dinyalakan meski sedang pemeliharaan,” kata dia.

Jumlah pasukan PDKB UP3 Mataram sebanyak 15 orang. Mereka dibagi menjadi dua tim. ”Ada tim berjarak dan tim sentuh langsung yang menggunakan mobil crane,” jelasnya.

Sekali pun bekerja dalam bahaya, warga kerap tidak mau tahu. Para pekerja lapangan ini menjadi sasaran protes mereka yang kesal listrik padam. ”Padahal listrik saat itu nyala, tapi warga tetap protes ke kami, listrik kok mati-mati saja,” tutur Catur Priyo, salah satu anggota PDKB Up3 Mataram.

Terkadang kata-kata yang dilontarkan tidak enak didengar, tapi mereka harus tetap sabar dan fokus pada pekerjaan. ”Kami berusaha menjelaskan semampunya, selebihnya PLN wilayah yang membahasakan,” katanya.

Nasib serupa juga kerap dialami petugas lapangan seperti Idam Kriswanto, 26 tahun. Dia bukan anggota PDKB, tapi bekerja di perusahaan mitra PLN yang melakukan pemeliharaan jaringan. ”Kami baru bisa bekerja kalau listriknya dipadamkan dulu,” katanya.

Dia dan timnya juga kerap menjadi sasaran omelan warga. Terutama saat pemadaman bergilir tahun lalu. ”Biasanya yang banyak protes warga di desa-desa, mereka menganggap kami ini pegawai PLN,” katanya.

Namun mereka hanya bisa menghadapinya dengan senyum. Dia berusaha menjelaskan kondisi kelistrikan sehingga terjadi pemadaman kala itu. ”Padahal di rumah saya juga kena pemadaman,” tuturnya.

Untungnya, kondisi listrik sekarang sudah pulih. Sehingga protes-protes warga juga berkurang. ”Kami maklum kalau ada warga seperti itu,” ujarnya.

Kepala Ombudsman NTB H Adhar Hakim memahami, di balik keandalan listrik hari ini, ada petugas yang bekerja 24 jam untuk memastikan listrik tetap menyala. ”Kami mengapresiasi kerja keras mereka,” katanya.

Tapi dia menekankan masyarakat harus tetap mendapatkan pelayanan terbaik. Sebab listrik sangat penting bagi kelancaran aktivitas warga sehari-hari. Dia beryukur kelistrikan Lombok tahun lalu pulih lebih cepat dari target. ”Kami berharap ke depan semakin baik,” katanya.

Mengingat pentingnya listrik bagi perekonomian warga, Manager Komunikasi PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTB Taufiq Dwi Nurcahyo menjelaskan, pemeliharaan jaringan, transmisi ataupun pembangkit dilakukan sebagai upaya preventif mengantisipasi gangguan. ”Perabasan ranting pohon, penggantian komponen yang rusak atau pemeriksaan peralatan rutin kami lakukan,” katanya.

General Manager PLN UIW NTB Rudi Purnomoloka menjelaskan, untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan NTB berbagai upaya dilakukan. ”Antara lain pengoperasian pembangkit-pembangkit baru untuk melayani kebutuhan daya di Lombok dan Sumbawa,” jelasnya.

Seperti PLTMG Bima, PLTMG Sumbawa, PLTMGU Lombok Peaker dan pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT) yakni PLTS 20 MW. ”Sudah terbangun tujuh lokasi di Lombok,” jelasnya.

PLN, kata Rudi, juga membangun transmisi Bima-Sumbawa sebagai tol listrik untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Pulau Sumbawa.

Sementara untuk perbaikan kualitas layanan di wilayah Lombok Utara, PLN membangun dua gardu induk (GI) baru yakni GI Bayan dan GI Tanjung. ”Daerah terdampak gempa paling parah tahun 2018 silam,” katanya.

Ngebut untuk MotoGP

Khusus untuk KEK Mandalika, PLN  membangun GI dan jaringan kabel distribusi guna mendukung keandalan listrik di kawasan tersebut. ”Ini bagian dari kesiapan kami menyukseskan event MotoGP di sana,” katanya.

Kebutuhan listrik untuk event MotoGP 2021 dipastikan tersedia. ”Kami memastikan pasokan (daya) ada,” kata Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, usai mengunjungi lokasi pembangunan sirkuit Mandalika dan PLTMGU Lombok Peaker, Januari lalu.

Kebutuhan listrik event MotoGP mencapai 5,1 Megawatt (MW). Sementara kapasitas GI Kuta, di KEK Mandalika mencapai 30 MW. Jumlah daya terpakai baru 5,5 MW. ”Kebutuhan listrik akan terus meningkat seiring pengembangan pariwisata di Mandalika,” katanya.

Selain itu, juga akan dikembangkan pembangkit berbasis hidro dengan kapasitas 30 MW. ”Nanti akan kita fokuskan ke MotoGP sehingga ada namaya green power,” jelasnya.

Infrastruktur jaringan listrik di dalam KEK Mandalika sedang dibangun. Diharapkan Oktober 2021 sudah klir sehingga MotoGP siap digelar. ”Tahun ini semua jaringan ditargetkan selesai,” ujarnya.

Energi Terbarukan

GM Rudi menambahkan, pengembangan energi terbarukan dan ramah lingkungan juga terus dikembangkan. Akhir Desember 2019, PLN mengoperasikan PLTS Sambelia dengan kapasitas 5 Mwac. ”Rencana jangka panjang, masih ada beberapa titik yang akan kita explore lagi,” jalasnya.

PLTS Sambelia dibangun sejak Agustus 2017 dan beroperasi Desember 2019. Selain ramah lingkungan, PLTS mengurangi pemakaian bahan bakar minyak (BBM) beberapa pembangkit di NTB. Selisihnya Rp 900 per kWH dibandingkan pembangkit yang menggunakan solar.  ”PLTS jauh lebih efisien terhadap biaya produksi,” jelasnya.

Secara keseluruhan, PLN UIW NTB telah mengoperasikan PLTS di tujuh lokasi, yaitu di Gili Trawangan, Gili Air, Gili Meno, Sengkol, Selong, Pringgabaya dan Sambelia. Ketujuh PLTS tersebut  menyuplai 8,5 persen daya mampu siang hari untuk sistem Lombok sebesar 233 MW.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral NTB Muhammad Husni mengapresiasi beroperasinya PLTS Sambelia.”Saya berharap ke depan akan terus diupayakan peningkatan kontribusi EBT sampai 23 persen di 2025,” harap Husni.

Hingga tahun 2019, total daya yang dibangkitkan pembangkit EBT sebesar 36,2 MW atau 12,5 persen dari keseluruhan daya mampu pembangkit 289 MW. Rata rata EBT tersebut  bersumber dari air dan juga tenaga surya. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kampung Sehat, Warga Desa Setanggor Semangat Gotong Royong

GAIRAH warga Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat sedang menggebu-gebu untuk mewujudkan lingkungan mereka yang bersih dan sehat. Karena itu, jangan heran manakala menemukan semangat gotong royong masyarakat di desa ini sangat tinggi.

Satu Gerakan, Warga Desa Kuripan Lawan Penyebaran Covid-19

Warga Desa Kuripan kian konsisten menerapkan protokol kesehatan. Apalagi setelah berhasil menyabet juara pertama untuk tingkat kabupaten di lomba Kampung Sehat. Sederet inovasi pun telah disiapkan Desa Kuripan.

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks