alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Mabuk Pakai Uang Kotak Amal

MATARAM-Adet, residivis curat tahun 2016, kembali ditangkap Tim Resmob Satreskrim Polres Mataram, kemarin (53). Pria 30 tahun tersebut tertangkap usai aksinya yang mencuri uang kotak amal di sejumlah masjid.

Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam mengatakan, pelaku diduga telah mencuri uang kotak amal sebanyak empat kali. Aksinya terakhir dilakukan di Masjid Al Hidayah, Lingkungan Otak Desa, Kelurahan Dayan Peken, Kota Mataram.

”Di (masjid) Al Hidayah itu sudah tiga kali. Yang ketiga ketangkap karena ketahuan CCTV,” kata Alam, kemarin.

Pelaku kerap beraksi di pagi hingga menjelang siang hari. Di waktu-waktu tersebut, kondisi masjid memang lengang. Tak ada jamaah yang beraktivitas menjalankan ibadah salat.

Alam mengatakan, pelaku selalu beraksi sendirian. Memantau situasi masjid dengan berpura-pura hendak salat. Namun, ketika masjid dalam keadaan kosong, Adet justru menuju tempat disimpannya kotak amal.

”Dicongkel biasa. Atasnya itu yang dicongkel pakai besi atau obeng,” ujar dia.

Dari tiga kali pencurian di Masjid Al Hidayah, Adet membawa kabur uang kotak amal Rp 10 juta. Kapolres menyebut, pencurian pertama dan kedua, pelaku dengan mudah menghilangkan jejak.

”Pengurus masjid setelah mengalami pencurian langsung memasang CCTV. Ternyata pelaku datang lagi untuk beraksi, dari sana akhirnya ketahuan,” jelas Alam.

Dalam penangkapan kemarin, polisi mengamankan dua unit kipas angin serta DVD player. Barang tersebut diakui pelaku dibeli menggunakan uang hasil curi kotak amal.

Selain membeli kipas angin, pelaku Adet mengaku menggunakan uang curian untuk membeli tramadol. Obat-obatan terlarang itu pula yang mendorongnya untuk mencuri uang di kotak amal.

”Kalau nyabu gak,  tapi pake beli tramadol,” aku Adet.(dit/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.
Enable Notifications    Ok No thanks