alexametrics
Rabu, 30 September 2020
Rabu, 30 September 2020

Akses Jalan Desa Batu Rotok Memperihatinkan, Mau Sekolah dan Berobat Susah

SUMBAWA-Akses ke beberapa dusun di Desa Batu Rotok, Kecamatan Batu Lanteh, Sumbawa memperihatinkan. ”Jalannya terjal dan susah,” kata Kepala Bidang Pemberdayaan dan Kelembagaan Sosial, Dinas Sosial NTB Hj Ari Yulianti, pada Lombok Post, Kamis (5/3).

                Tim Dinas Sosial NTB turun mengecek kondisi dusun-dusun yang hampir terisolir tersebut. Untuk sampai di dusun-dusun itu, kendaraan biasa tidak  bisa melintas. Jalannya becek dan susah dilalui. ”Dari Dusun Batu Rotok ke Bukitu Tinggi harus naik lagi pakai ojek, bayarnya Rp 750 ribu,” katanya.

                Sekali pun menggunakan ojek dan sewa kendaraan khusus, tapi karena sulitnya medan, mereka harus banyak berjalan kaki. ”Kami jalan seperti nenek-nenek membukuk semua,” tuturnya.

                Tim baru bisa sampai ke dusun-dusun terpencil itu setelah menempuh perjalanan 2,5 jam. Selain akses jalan sangat susah, kehidupan warga di dusun-dusun tersebut memperihatinkan. ”Fasilitas sangat kurang, sumber air seadanya, ternak tidak bisa hidup di sana, hanya tiga ekor sapi di satu dusun itu,” jelasnya.

                Tidak hanya itu, warga di dusun tersebut susah mengakses pelayanan administrasi kependudukan. ”Dalam satu kartu keluarga bisa ada beberapa KK,” katanya.

                Demikian juga ketika ada warga sakit, mereka harus menempuh perjalanan jauh untuk bisa mengakses pelayanan kesehatan. ”Daripada ke puskesmas jauh akhirnya mereka pakai dukun,” katanya.

                Termasuk anak-anak yang ingin ke sekolah. Mereka harus menempuh perjalanan sangat jauh, medan terjal dan licin. ”Kita saja kemarin waktu pulang harus pakai sepatu boots, kalau pakai sandal biasa tidak bisa,” katanya.

                Sinyal komunikasi di desa itu juga cukup susah. Sehingga warga tidak bisa mengakses informasi lewat internet. ”Komunikasi di sana tidak bisa,” jelasnya.

                Desa Batu Rotok sendiri terdiri dari 10 dusun, tiga dusun masuk sebagai daerah terpencil yakni Dusun Ladan yang dihuni 26 KK, Dusun Batu Rotok 38 KK, dan Dusun Sampar.

                Ari menjelaskan, setiap tahun dinsos melakukan survei sekaligus memberikan bantuan kepada komunitas adat terpencil (KAT). ”Masih banyak daerah yang seperti itu di NTB,” katanya.

                Beberapa dusun yang masuk dalam KAT, antara lain Dusun Sopalinae, Desa Lambu, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. Kemudian Dusun Tambora, Desa Oibura, Kecamatan Tambora, Bima. Dusun Panjar Bakti dan Dusun Ladan, Desa Batu Rotok, Kecamatan Batu Lanteh, Sumbawa. ”Masih banyak yang lain,” katanya.

                Bantuan yang diberikan dalam program KAT berupa perbaikan rumah dalam bentuk bahan bangunan, dana jaminan hidup, bibit tanaman, peralatan rumah tangga dan peralatan kerja seperti cangkul dan lainnya. ”Setiap tahun kami salurkan bantuan bagi mereka,” katanya.

                Terpisah, Kepala Dinas Sosial NTB Hj Wismaningsih Drajadiah mengatakan, pemerintah membantu memberdayakan KAT. ”Tapi persoalan infrastruktur dasar dan layanan lainnya butuh intervensi dinas lain,” katanya.

                Misalnya untuk perbaikan jalan, dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Kesehatan membantu soal akses layanan kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) mengurus soal pendidikan. ”Kalau sinyal butuh bantuan dinas komunikasi dan informatika,” harapnya. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

World Tourism Day, Pembangunan Harmoni Manusia dan Alam

PERUBAHAN arah pembangunan menuju pembangunan berkelanjutan saat ini menjadi tema utama dan agenda universal, termasuk dalam pembangunan disektor kepariwisataan. Pembangunan berkelanjutan yang dimaksud yakni menyeimbangkan dan mengintegrasikan antara pertumbuhan ekonomi, sosial dan lingkungan untuk kelangsungan hidup manusia dan bumi (Resolusi Majlis Umum PBB, 2015).

PLN Diskon 75 Persen Tambah Daya Hingga 3 Oktober

PLN NTB terus mendukung upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi. Khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan juga Industri Kecil Menengah. Salah satunya dengan memberikan keringanan Biaya Penyambungan Tambah Daya untuk memberdayakan dan menumbuhkan kegiatan perekonomian UMKM/IKM.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Masih Banyak Masyarakat Yakin Tak Tertular Korona

KESADARAN dan pemahaman masyarakat pada bahaya Covid-19 masih rendah. Hal itu tercermin dari survei Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Omnibus Law Disahkan, Buruh Ancam Mogok Nasional

Pembahasan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law di DPR yang sudah rampung menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pekerja. Sebab, pekerja akan paling terdampak dengan pasal-pasalnya. Salah satunya soal pemberian pesangon.

Optimisme Najmul – Suardi di Tengah Pandemi

Bencana gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19 membawa ujian berat bagi pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Tetapi semangat tidak boleh padam, masa-masa pandemi harus dilalui dengan penuh keteguhan dan ikhtiar yang kokoh.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks