alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Usai Kebakaran, Pendakian Rinjani Kembali Dibuka tapi Ancaman Masih Ada

MATARAM-Setelah ditutup akibat kebakaran, pendakian Gunung Rinjani kembali dibuka kemarin (6/11). Hanya saja, pendakian baru bisa sampai pelawangan. Pendaki tidak bisa sampai puncak karena kondisi masih berbahaya.

Kepala Balai TNGR Dedy Asriady menjelaskan, semua jalur pendakian dibuka sampai pelawangan. Mereka belum bisa membuka sampai puncak karena belum memungkinkan. Seperti biasa, para pendaki bisa membeli tiket secara daring.

Untuk meningkatkan pelayanan pendakian, Balai TNGR akan menambah papan informasi, papan larangan, papan imbauan, rambu-rambu serta jalur evakuasi dan penentuan titik kumpul bila terjadi bencana.

Setelah dibuka, pendakian harus dipastikan aman dan nyaman. Karena itu, pelaku wisata diminta memberikan pelayanan kepada pengunjung sesuai SOP pendakian. Oknum yang melakukan pendakian secara illegal akan didata. Dia akan dibina dan evaluasi sesuai aturan berlaku.

”Semua stakeholders harus memastikan informasi terbaru tentang Rinjani disampaikan melalui jaringan yang ada,” imbuhnya.

Ancaman Longsor

Meski sudah dibuka, namun pendaki harus tetap waspada. Mereka harus menaati SOP pendakian yang diberikan petugas. Jangan sampai ada yang nekat melanggar. Apalagi sampai puncak, risikonya sangat besar.

Hasil survei tim di jalur pendakian Senaru, Sembalun, Puncak, Danau Segara Anak dan Torean menunjukkan jalur pendakian belum sepenuhnya aman.

Dalam survei yang dilakukan 9–13 September di jalur Pelawangan Sembalun, beberapa lokasi memang sudah aman tapi beberapa titik masih berbahaya. Dari Pelawangan Sembalun ke Puncak Rinjani terdapat tiga titik longsor dan 40 persen puncak Rinjani mengalami longsor.

Kemudian di jalur Pelawangan Sembalun ke danau terdapat longsor sepanjang 20 meter, longsoran berupa batu aktif. Toilet di Danau Segara Anak dalam kondisi rusak.

Untuk mata air, terdapat mata air dengan debit 1,5 liter per menit. ”Aik Kalak kondisi aman,”  jelasnya.

Sementara di jalur Danau Segara Anak ke Torean juga terdapat jalur yang mengalami longsor. Tanahnya dalam keadaan labil. Kemudian tangga kayu di jalur itu sudah lapuk. Tim hanya memastikan Goa Susu di kawasan itu dalam kondisi aman.

Sedangkan survei pascakebakaran menunjukkan, di Jalur Pendakian Senaru tidak ditemukan lagi titik api. Senaru bersih dari dahan atau batang pohon yang membahayakan pendaki. ”Kondisi jalur Senaru relatif aman untuk aktivitas pendakian,” katanya.

Sedangkan jalur pendakian Sembalun ke Puncak Rinjani, tim memastikan tidak ada kebakaran lagi, hanya bekas-bekas kebakaran pada padang savana.

Kusnadi, perwakilan Dinas ESDM NTB yang juga Ketua IAGI NTB itu mengingatkan, kawasan TNGR memiliki tiga potensi bencana geologi, yaitu letusan Gunung Api Barujari, gempa bumi dan tanah longsor. ”Potensi itu perlu diwaspadai,” katanya.

Untuk mengoptimalkan jalur pendakian, perlu dilakukan perbaikan dan rekonstruksi jalur pendakian TN Gunung Rinjani. Hal itu penting untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan pendaki.

Juga perlu dilakukan pemetaan daerah rawan kebakaran hutan dan survei sumber air. Itu sangat penting untuk memenuhi kebutuhan air pendakian dan antisipasi kebakaran hutan.

Terkait itu, Dedy  menambahkan, Balai TNGR akan melakukankoordinasi dengan Pemprov NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Timur. Mereka akan berkoordinasi untuk perencanaan perbaikan dan rekonstruksi jalur pendakian.

Pemasangan display informasi cuaca akan dilakukan BMKG dan Balai TNGR di pintu masuk jalur pendakian. Koordinasi dengan petugas TNGR di lapangan akan ditingkatkan. ”Kegiatan pemulihan ekosistem juga dilakukan sesuai dengan kondisi habitat setempat,” tandasnya. (ili/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.
Enable Notifications    Ok No thanks