alexametrics
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020

Kodim Pangkas Birokrasi Penanganan Gempa

PRAYA-Lambannya penanganan pascagempa bagi korban rumah rusak sedang dan rusak ringan di Lombok Tengah, membuat jajaran Kodim 1620 setempat, turun membantu. Mereka membentuk posko terpadu, guna melayani seluruh korban mendapatkan bantuan.

“Sekarang tidak perlu lagi, ke kantor Dinas Perkim, kantor BPBD atau ke bank,” cetus Dandim Dandim 1620/Loteng Letkol CZI Prastiwanto, di aula kantor Camat Pringgarata, kemarin (6/2).

Karena selama ini, pihaknya melihat para korban gempa, seperti dipingpong saja, dipersulit, berbelit-belit dan berbirokrasi. Yang seharusnya, bisa diselesaikan satu hari, bisa berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Disatu sisi, pemerintah pusat mendorong mempercepat. Disisi lain, ada yang mempersulit.

Kendati demikian, diakui Prastiwanto kesulitan itu bukan semata-mata disengaja. Melainkan, karena kesibukan para pejabat di dinas dan instansi terkait. “Gerakan yang kami laksanakan ini, menyasar seluruh korban di empat kecamatan,” ujarnya, dihadapan pejabat BPKP Perwakilan NTB Bagus Putu Santika dan Kepala BPBD Loteng H Muhamad.

Saat ini, terangnya dimulai di Kecamatan Pringgarata terdapat 60 kelompok masyarakat (Pokmas), atau 1.076 kepala keluarga (KK). 46 Pokmas atau 855 KK diantaranya kategori rumah rusak ringan. Sisanya, 14 Pokmas atau 221 KK rusak sedang. “Masih ada 27 Pokmas lagi yang kita tunda, karena belum memiliki fasilitator,” beber Prastiwanto.

Inti, tekan orang nomor satu dijajaran Kodim 1620/Loteng tersebut, hari ini juga (Senin, kemarin) urusan penyaluran bantuan di wilayah Pringgarata klir, bila perlu lembur sampai malam. Hanya saja, yang diterima para korban bukan uang, tapi material bangunan untuk memperbaiki rumah. Itu disediakan para perusahaan yang sudah ditunjuk Pokmas, bukan pemerintah.

“Kalau misalnya, dari bantuan rumah rusak ringan sebesar Rp 10 juta, lalu ada sisa Rp 5 juta, maka wajib dikembalikan,” sambung pejabat BPKP Perwakilan NTB Bagus Putu Santika.

Tidak boleh, lanjutnya dipaksakan untuk dihabiskan. Kebijakan tersebut, sudah disampaikan ke seluruh perusahaan menyedia material bangunan. Jika melanggar, maka si perusahaan itu yang akan berurusan dengan aparat hukum. “Gebrakan yang dilakukan Kodim ini, luar biasa membantu,” lanjut Kepala BPBD Loteng H Muhamad.

Dengan begitu, tambahnya perbaikan rumah rusak sedang dan rusak ringan, dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat waktu. Target, paling tidak akhir bulan ini rampung. Kemudian, untuk rusak berat April mendatang. “Kalau ada yang merasa kesulitan, dipersilakan hubungi Koramil, Polsek atau Kantor Camat,” seru Muhamad.(dss/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Tekan Jumlah Pernikahan Dini, Rutgers Gandeng Pemkab Lobar

"Khusus di Lobar terdapat SK dari Dikbud Lobar untuk memperbanyak jumlah SMP dalam memberikan pembelajaran kesehatan reproduksi yang komprehensif melalui modul setara. Total SMP yang mengadaptasi modul setara meningkat dari 4 SMP menjadi 9 SMP. Ini menandakan respons baik pemkab dan memiliki tujuan sama untuk menekan pernikahan usia dini," terangnya.

Review Deliveree Indonesia: Pengalaman Sewa Truk Colt Diesel

Logistik merupakan hal yang sangat kompleks dan rumit. Bagi Anda yang sudah terbiasa dengan dunia logistik pasti sudah tahu seberapa ribetnya memastikan barang atau kargo yang ingin dikirimkan tiba dengan selamat di lokasi tujuan.

Hasil Survei Indikator, Elektabilitas HARUM Paling Tinggi

“Pak Mohan Roliskana hingga sejauh ini paling potensial menang dalam pemilihan mendatang,” ujar  Wakil Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam pemaparan yang dilakukan secara online dari DPP Golkar Jakarta, (18/9) lalu.

Polisi Pantau Kampanye Hitam di Pilwali Mataram

Pelaksanaan Pilkada di Kota Mataram mendapat atensi penuh pihak TNI-Polri. Polresta Mataram dan Kodim 1606 Lobar telah melakukan pemetaan potensi konflik dan mencegah secara dini beberapa konflik yang biasa terjadi pada masa Pilkada.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Pasangan Calon Harus Memberi Perhatian pada DPT

PESERTA pemilihan yaitu Pasangan Calon harus menunjukkan perhatian lebih pada seluruh tahapan yang ada, bukan hanya pada saat pendaftaran calon atau pada pemungutan suara saja. Salah satu tahapan yang sangat menentukan ialah tahapan Penyusunan dan Pemutakhiran Daftar Pemilih atau cukup disebut dengan penyusunan DPT.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks