alexametrics
Sabtu, 26 September 2020
Sabtu, 26 September 2020

Kebutuhan Telur NTB Capai 1,3 Juta Butir

LOMBOK TENGAN-Kebutuhan telur di NTB sangat tinggi. Namun sayang produksi dalam daerah masih minim. “Pemprov akan mengembangkan satelit unggas untuk mandiri pangan, khususnya telur dan daging ayam,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB Hj Budi Septiani, Kamis (6/2).

Satelit ayam merupakan konsep pengembangan kampung unggas dalam skala lebih besar dan terpadu. ”Kita ingin meningkatkan produksi telur dan daging ayam,” katanya.

Ia menyebut, sepanjang 2019 kebutuhan telur di NTB mencapai 1,3 juta butir. ”Peternak hanya mampu memproduksi 600 ribu butir telur setiap tahun,” sebutnya.

Sedangkan untuk daging ayam kampung unggas Teruwai setiap bulannya hanya mampu memproduksi 10 ribu ekor. ”Bagi kami ini masih kurang untuk menyuplai daging di daerah sendiri,” katanya.

Pemprov akan menggenjot  produksi telur dan ayam. Tahun 2020, NTB menargetkan bisa menyuplai daging untuk Bali dan NTT. ”Selain memfasilitasi peternak dengan pengusaha, sarana pendukung seperti coolbox, freezer, mesin pemanas hingga mesin penetas modern akan kami usahakan,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, untuk menjadikan NTB sebagai daerah mandiri telur dan daging, perlu perbaikan tata kelola hingga pemasaran. ”Peluang pasar hasil peternakan unggas tidak kalah dengan industri lainnya,” katanya, saat berkunjung ke kampung unggas, di Desa Teruwai, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Rabu (5/2).

Pengelolaan secara tradisional harus diubah menjadi lebih modern. ”Sehingga produktivitas meningkat,”  kata Rohmi.

Wagub mengapresiasi kerja keras peternak. Rohmi mengaku siap menjembatani peternak untuk memasarkan hasil ternak seperti telur dan daging ayam. Pemprov akan menggandeng pengusaha mitra. ”Aspek lingkungan juga wajib dijaga demi meningkatkan kualitas ternak,” imbuhnya.

Rohmi berjanji akan membuka kerja sama dengan  investor, termasuk restoran di hotel-hotel. ”Jika nanti konsep ini berjalan desa Teruwai akan naik kelas menjadi satelit unggas,” katanya.

Kepala Desa Teruwai M Artha menyebutkan, di desanya terdapat 34 kelompok tani. 11 diantaranya merupakan peternak unggas. ”Rata- rata  produksi telur  per minggu mencapai 1.200 butir,” katanya.

Sedangkan produksi daging mencapai 200 ekor per hari. Karenanya, Artha meminta semua unsur harus saling mendukung untuk terbentuknya industri unggas berskala besar seperti satelit unggas. ”Semoga satelit unggas yang digagas dampak positif bagi kemajuan ekonomi warga,” haranya.

Mayoritas warga Teruwai berprofesi sebagai petani ternak. ”Program ini cukup membantu untuk meningkatkan pendapatan kami,” katanya. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks