alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Guru Honorer Berharap Insentif Sesuai UMK

PRAYA-Para guru honorer yang dinyatakan tidak lulus sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) di Lombok Tengah, menginginkan insentif nya dinaikkan. Dari Rp 100 ribu per bulan, menjadi Rp 500 ribu per bulan. Tambah bagus lagi, sesuai Upah Minimum Kabupaten (UMK).

“Sejak awal, kami memperjuangkan hal ini,” beber Ketua Kasta NTB, yang mengadvokasi para guru honorer Lalu Wing Haris, Rabu (6/3).

Hanya saja, diakui Wing Pemkab tidak bisa merealisasikan. Alasannya, karena keterbatasan anggaran. Kali ini, Pemkab mau tidak mau harus menerima. Karena jangan sampai terjadi kecemburuan, antara guru P3K dan guru honorer. Terlebih, beban mengajar keduanya sama.

Yang jelas, terangnya jumlah guru honorer masih banyak. Jumlahnya mencapai 1.937 orang, itu termasuk pegawai honor. Sementara, kuota P3K waktu itu sebanyak 1.250 kursi. Yang mengikuti tes, sebanyak 753 orang. Kemudian, yang lulus sebanyak 441. Jadi, tersisa sebanyak 1.496 orang lagi.

“Kami ingin sisanya semua diakomodir, bagaimana pun caranya. Pemerintah pasti punya jalan keluar,” sambung salah satu guru honorer Junaidi Toyib, terpisah.

Guru SDN Tibu Sisok Desa Loangmaka, Kecamatan Janapria tersebut menilai, pendapatan asli daerah (PAD) setiap tahunnya meningkat. Disatu sisi, insentif guru tidak pernah berubah, tetap berada pada posisi Rp 100 ribu per bulan. Jadi, tahun ini harus ada perubahan nasib.

Bila perlu, tekan Junaidi seluruh guru honorer masuk P3K, tanpa tes dan tanpa syarat usia. Karena kasihan, para guru honorer mengabdi sejak berpuluh-puluh tahun lamanya. “Sehingga, sudah saatnya kami menuntut hak, atas kewajiban yang sudah kami jalankan. Mohon,” harapnya.(dss/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks