alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Heru Dipindah ke Lapas

MATARAM-Terdakwa Heru Priyatno menjalani sidang perdana perkara dugaan korupsi lahan kebun kopi Tambora, di Pengadilan Tipikor Mataram, Rabu (6/3). Usai sidang, Heru yang kini menjabat Kadis Ketahanan Pangan Pemkab Bima, dijebloskan ke Lapas Mataram.

Sidang perdana mengagendakan pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Heru didakwa turut serta melakukan tindak pidana korupsi pengelolaan lahan kebun kopi Tambor, di Bima.

JPU Wayan Suryawan mengatakan, Heru didakwa dengan dakwaan subsidaritas. Dakwaan primer pada Pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Jo Pasal 64 KUHP.

Sedangkan di dakwaan subsidair, jaksa mendakwa Heru di Pasal 3 pada UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

”Terdakwa diduga turut serta melakukan perbuatan korupsi,” kata Wayan.

Sebelum Heru, Kejari Bima telah dua orang lain menjadi pesakitan di Pengadilan Tipikor Mataram, yakni Suparno sebagai penjaga kebun dan mantan Kabid Perkebunan H Syarifuddin Idris.

Keduanya telah menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Mataram, 2017 lalu. Di medio Maret 2017, majelis hakim menjatuhkan vonis bersalah terhadap Syarifuddin dan Suparno.

Syarifuddin dijatuhi hukuman satu tahun 7 bulan penjara dan membayar uang pengganti kerugian sebesar Rp 31,9 juta. Sementara Suparno, mendapat vonis dua tahun 10 bulan penjara, serta membayar uang kerugian negara sebanyak Rp 86,9 juta.

Di persidangan, kedua terdakwa menyeret nama mantan Kadisbun Bima Heru Priyanto. Keduanya kompak menyebut Heru turut menikmati dana yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Wayan mengatakan, hasil pengolahan kebun kopi yang dibeli pengusaha, seharusnya disetorkan ke kas daerah. Namun, itu tidak dilakukan terdakwa. Ada pengeluaran fiktif sebesar Rp 40 juta yang diduga dilakukan Heru.

Setelah pembacaan dakwaan, penasihat hukum Heru, Abdul Hanan menyebut akan melakukan eksepsi. Ketua Majelis Hakim pun mengagendakan eksepsi terdakwa pekan depan.

Sementara itu, juru bicara Pengadilan Tipikor Mataram Fathurrauzi mengatakan, majelis hakim telah menetapkan alih status penahanan terhadap terdakwa. Semula sebagai tahanan kota, kini menjadi tahanan rutan.

”Karena korupsi merupakan extraordinary crime, jadi penanganannya harus juga luar biasa,” kata Fathurrauzi.

(dit/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Kampung Sehat, Warga Desa Setanggor Semangat Gotong Royong

GAIRAH warga Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat sedang menggebu-gebu untuk mewujudkan lingkungan mereka yang bersih dan sehat. Karena itu, jangan heran manakala menemukan semangat gotong royong masyarakat di desa ini sangat tinggi.

Satu Gerakan, Warga Desa Kuripan Lawan Penyebaran Covid-19

Warga Desa Kuripan kian konsisten menerapkan protokol kesehatan. Apalagi setelah berhasil menyabet juara pertama untuk tingkat kabupaten di lomba Kampung Sehat. Sederet inovasi pun telah disiapkan Desa Kuripan.

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks