alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Penjara Seumur Hidup Menanti Jinggo

MATARAM – I Made Subrata alias Jinggo, pembunuh anggota Polri Nengah Sukarta, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Mataram, Kamis (7/2). Jinggo didakwa jaksa dengan dakwaan alternatif kumulatif.

Di sidang perdana ini, jaksa melakukan dua agenda sekaligus. Pembacaan dakwaan dan pemeriksaan saksi-saksi. Ada delapan saksi yang dihadirkan penuntut umum. Yakni, keluarga korban hingga penerima gadai.

Jaksa Ema Muliawati dalam dakwaannya mengatakan, pembunuhan tersebut bermula pada Oktober 2018. Ketika itu, terdakwa menyewa motor milik Farouk di penginapan internasional, Kecamatan Cakranegara.

”Terdakwa menyewa kendaraan itu selama tiga hari,” kata Ema.

Namun, tanpa seizin Farouk, Jinggo pergi menggadaikan motor ke Made alias Paul di wilayah Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat. Dari hasil gadai itu, Jinggo mengantongi uang sebanyak Rp 3 juta.

Uang gadai, digunakan Jinggo untuk membeli sabu, bermain judi, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Perbuatan Jinggo rupanya diketahui Farouk. Kecurigaannya muncul karena Jinggo belum melunasi biaya dan mengembalikan motor yang disewanya. ”Saksi (Farouk) sempat mengatakan kepada terdakwa akan melaporkan perbuatannya ke polisi,” terang jaksa.

Perkataan Farouk membuat Jinggo kebingungan. Hingga pada 9 November, Nengah Sukarta menelepon terdakwa dan menyuruhnya datang ke rumah, di Jalan Gora, Lingkungan Seksari, Kelurahan Cakra Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.

”Oleh korban, terdakwa diminta membantu mencabut rumput dan bersih-bersih di rumah,” ujar dia.

Ketika mencabut rumput, korban memarahi terdakwa. Perbuatan tersebut membuat Jinggo sakit hati. ”Timbul niat dari terdakwa untuk menghabisi nyawa korban,” tutur Ema.

Aksi sadis Jinggo diwujudkan usai memasakkan mie instan untuk korban. Saat itu, Jinggo yang telah memegang pipa besi mendatangi korban dari arah belakang. Ketika itu, korban tengah duduk sambil memainkan handphonenya.

Jinggo lalu memukulkan pipa besi mengarah ke tengkuk korban. Ketika pukulan pertama, korban sempat bangun dan berusaha mengejar. Tetapi, Jinggo semakin beringas. Dia kembali melancarkan pukulan sebanyak lima kali.

Perbuatan terdakwa membuat Sukarta terkapar. Setelah korban tak bernyawa, Jinggo mengambil kain dan berusaha membersihkan darah yang berceceran di lantai. Terdakwa, kata Ema, kemudian mengambil dua unit handphone milik korban. Jinggo juga membawa kabur motor Sukarta yang terparkir di garasi.

”Motor Honda Vario milik korban digadaikan melalui perantara Paul, sebanyak Rp 5 juta. Handphone korban juga digadai dengan nilai Rp 1,2 juta,” beber Ema.

Dari uang gadai tersebut, Jinggo menebus motor milik Farouk. ”Sisa uang gadai dari barang-barang milik korban, terdakwa memakainya untuk berjudi,” tambah dia.

Beberapa hari setelah aksi sadisnya, terdakwa berusaha menyembunyikan perbuatannya. Dia mendatangi rumah korban dan berpura-pura memanggilnya. ”Perbuatan ini dilakukan untuk mengelabui tetangga rumah korban,” sebut Ema.

Guna menjerat terdakwa, JPU menggunakan Pasal 339 KUHP untuk dakwaan pertama. Di dakwaan kedua, jaksa menggunakan alternatif kesatu pada Pasal 338 KUHP dan kedua di Pasal 362 KUHP.

”Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana pada Pasal 365 ayat 1 dan 4 KUHP,” tandas Ema menyebutkan dakwaan ketiga untuk Jinggo. Dari seluruh dakwaan jaksa, ancaman maksimal bagi Jinggo adalah penjara seumur hidup.(dit/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks